Puncak arus balik kereta api nasional diprediksi terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026. Ribuan penumpang telah memadati Stasiun Kejaksan Cirebon sejak H+1 Lebaran, dengan 13.000 orang berangkat dari wilayah tersebut.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengungkapkan volume penumpang masih tergolong tinggi. “Hari H+1 kemarin jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Cirebon mencapai sekitar 13.000 orang. Untuk hari ini dan hingga enam hari ke depan atau sampai 29 Maret, jumlah keberangkatan masih cukup tinggi, rata-rata sekitar 8.000 penumpang per hari,” kata Muhibbuddin.
Mayoritas penumpang memilih pulang lebih awal agar memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum kembali beraktivitas kerja pada 25 Maret 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, KAI mengoperasikan kereta tambahan, termasuk KA fakultatif rute Cirebon–Gambir yang berangkat malam hari selama periode puncak arus balik.
Meskipun demikian, ketersediaan tiket untuk tanggal 30–31 Maret hingga 1 April 2026 masih cukup banyak. Pada hari yang sama, jumlah penumpang yang datang ke wilayah Cirebon juga tercatat sekitar 8.000 orang.
PT KAI mengimbau masyarakat yang akan kembali dari kampung halaman untuk merencanakan perjalanan lebih awal serta memanfaatkan layanan pembelian tiket resmi agar perjalanan tetap aman dan nyaman.




