Tim Nasional Argentina akan menghadapi tantangan berat di Piala Dunia 2026. Menyandang status juara bertahan setelah mengangkat trofi di Qatar pada 2022, langkah Albiceleste kali ini dipastikan tidak akan mudah. Sorotan utama tentu tertuju pada sang megabintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi.

Pada edisi 2022, Messi tampil gemilang dengan mencetak tujuh gol dan tiga assist, sekaligus mengantarkannya meraih gelar pemain terbaik turnamen. Namun, cerita di Piala Dunia 2026 jelas sudah berbeda.

Veron: Argentina Harus Mandiri, Jangan Terus Bergantung pada Messi

Legenda sepak bola Argentina, Juan Sebastian Veron, buru-buru memberikan peringatan keras. Ia meminta skuad asuhan Lionel Scaloni untuk mulai belajar “mandiri” dan tidak terus-menerus bergantung pada magis seorang Messi. Alasannya sederhana: faktor usia.

Saat ini, pemain berjuluk La Pulga tersebut sudah menginjak usia 38 tahun. Secara logika olahraga, kondisi fisiknya jelas sudah menurun dan tidak lagi seprima empat tahun lalu. Belum lagi, kompetisi yang ia jalani saat ini bersama Inter Miami di Amerika Serikat memiliki intensitas yang berbeda jika dibandingkan dengan ketatnya kompetisi top Eropa yang dulu biasa ia lahap.

Mantan gelandang Manchester United dan Lazio tersebut menilai, memaksa Messi untuk terus bermain penuh di setiap laga sepanjang turnamen adalah tindakan yang tidak realistis.

“Kita harus berhati-hati dengan Messi di Piala Dunia ini. Jika kita berpikir, dia bisa bermain di setiap pertandingan dari awal hingga akhir… saya tidak begitu yakin,” ujar Veron seperti dikutip dari media Spanyol, AS.

Tugas Berat Lionel Scaloni dan Messi

Menurut Veron, tantangan terbesar bagi Timnas Argentina saat ini adalah bagaimana caranya menciptakan kerja sama tim yang solid tanpa harus selalu menunggu bola dari kaki Messi. Di sisi lain, Messi juga harus menurunkan ego dan rela untuk dirotasi demi menjaga kebugarannya.

“Saya pikir kita harus membantunya dan dia juga harus membiarkan dirinya dibantu. Bagian itu akan sulit…,” tambah Veron.

Kini, bola panas ada di tangan sang pelatih, Lionel Scaloni. Ia dituntut memutar otak untuk meracik taktik alternatif yang tak kalah mematikan saat Messi harus duduk di bangku cadangan, demi menjaga asa Argentina mempertahankan gelar juara dunia.