Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik menyoroti kondisi jalan kabupaten yang masih kerap mengalami kerusakan, terutama menjelang momentum Lebaran 2026. Kualitas program perbaikan jalan melalui tambal sulam yang dilakukan Unit Reaksi Cepat (URC) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik dinilai belum menunjukkan hasil maksimal.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan DPUTR tidak bertahan lama. Ia menduga hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.
“Lubang-lubang yang ditambal teman-teman DPUTR itu sebenarnya tidak bertahan lama. Mungkin karena faktor cuaca atau kualitas material dan bahkan mungkin kualitas pekerjaannya,” kata Hamdi pada Selasa, 17 Maret 2026.
Kerusakan jalan tersebut, menurut Hamdi, dipicu oleh tingginya curah hujan serta beban berat kendaraan truk angkutan barang yang sering melintas. Hamdi menambahkan, upaya penambalan jalan belum sepenuhnya menjawab persoalan lubang. Bahkan, ia menilai tambal sulam sering kali membuat permukaan aspal menjadi tidak rata dan berpotensi lebih parah saat rusak kembali.
Kondisi ini terlihat jelas di ruas Jalan Raya Banjarsari-Kedanyang, Kecamatan Kebomas, yang mengalami kerusakan cukup parah. Menurutnya, penanganan dengan tambal sulam tidak lagi memadai untuk ruas jalan tersebut. Oleh karena itu, Komisi III DPRD Gresik berharap adanya solusi yang lebih tepat dan permanen untuk mengatasi masalah jalan berlubang di Kabupaten Gresik.
“Ya kita berharap ke depan ada solusi yang tepat untuk mengurangi lubang-lubang jalan di Kabupaten Gresik. Salah satunya dengan peningkatan jalan,” tegas Hamdi.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik, Eddy Pancoro, menyatakan bahwa pihaknya tengah menggencarkan perbaikan di seluruh wilayah Gresik. Ia menjelaskan, petugas URC DPUTR secara aktif menyisir ruas-ruas jalan kabupaten untuk segera melakukan penanganan apabila ditemukan kerusakan.
“Tim URC sedang melakukan penyisiran di ruas-ruas jalan kabupaten. Apabila ada kerusakan dan berlubang, langsung dilakukan penanganan di lapangan,” ujar Eddy.




