Gresik, Sabtu (16/5/2026) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menghadapi tantangan besar dalam proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Desa Racitengah, Kecamatan Sidayu. Dengan jumlah sasaran mencapai 68.667 anak dari desil 1 dan 2, kuota yang tersedia untuk tahun ajaran 2026/2027 hanya 270 siswa.

Proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo ini telah mencapai progres 54 persen dan dijadwalkan rampung pada 20 Juni mendatang. Gedung ini akan menampung siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Tantangan Penjangkauan dan Filterisasi Calon Siswa

Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Dinsos saat ini gencar turun ke lapangan untuk menjangkau para calon siswa. Proses ini tidak selalu berjalan mulus, terutama untuk jenjang sekolah dasar.

“Yang susah itu kan orang tuanya kadang berat melepas anaknya. Terutama yang usia SD,” ujar dr. Ummi, Sabtu (16/5/2026).

Dari puluhan ribu calon siswa yang terdata, SR Racitengah hanya akan membuka 270 pagu untuk tahun ajaran baru 2026/2027. Rinciannya adalah 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Kondisi ini menuntut Dinsos untuk melakukan filterisasi ketat.

“Kita filterisasi mana yang paling berhak. Karena sasarannya banyak dan yang diambil hanya 270 siswa,” imbuhnya.

Struktur Pengelolaan dan Pemanfaatan Gedung

Meskipun melayani tiga jenjang pendidikan, operasional Sekolah Rakyat ke depan hanya akan dikomandoi oleh satu kepala sekolah yang sudah ada saat ini. Sementara itu, untuk tenaga pengajar, proses seleksi akan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

“Meski nanti ada tiga jenjang, tapi kepala sekolah hanya satu. Tapi untuk guru nanti ada seleksi lagi oleh pusat,” jelas dr. Ummi.

Pada tahun 2026 ini, gedung SR Racitengah juga akan dimanfaatkan sementara oleh siswa Sekolah Rakyat dari Kabupaten Lamongan. Hal ini dikarenakan SR di Lamongan baru akan beroperasi pada tahun ajaran berikutnya, yakni 2027/2028.