Kiper muda PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, mencatatkan debut bersejarahnya dengan dipanggil ke skuad senior Timnas Indonesia. Pemanggilan ini menjadi bagian dari 23 pemain pilihan pelatih John Herdman untuk mengarungi ajang FIFA Series 2026.

FIFA Series 2026 diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, sejak 27 Maret hingga 30 Maret 2026. Skuad Garuda, yang diperkuat Jay Idzes dan kawan-kawan, telah menghadapi Timnas St. Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB, sekaligus menandai debut John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Cahya Supriadi, kiper berusia 22 tahun, menyatakan rasa bangganya atas kesempatan ini. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara khusus untuk menghadapi tantangan di tim nasional.

“Sangat bangga atas pemanggilan pertama kali ke Timnas Indonesia senior. Persiapannya, saya melakukan beberapa kali pertemuan dengan pelatih performance pribadi saya untuk melihat lagi apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujar Cahya.

Di bawah mistar gawang, Cahya harus bersaing dengan nama-nama besar dan berpengalaman. Sebut saja Emil Audero yang kini membela Cremonese di Serie A Italia, Maarten Paes dari Ajax Amsterdam di Eredivisie Belanda, serta kiper andalan Borneo FC, Nadeo Argawinata.

Meski demikian, Cahya menegaskan target utamanya bukan sekadar bergabung. Ia berharap dapat menyerap banyak pengalaman dari para seniornya.

“Targetnya ingin ambil ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin. Ini modal penting bagi saya untuk belajar dari ahlinya bersama para senior di Timnas Indonesia,” jelasnya.

Cahya juga menambahkan tekadnya untuk terus berkembang selama berada di tim nasional.

“Saya bertekad memperbaiki kekurangan selama berlatih di sana. Harapannya semoga bisa konsisten di Timnas maupun klub,” imbuh Cahya.

Manajemen Laskar Mataram, julukan PSIM Yogyakarta, menyambut baik pemanggilan Cahya. Manajer PSIM, Razzi Taruna, menyatakan dukungan penuh dari pihak klub.

“Mewakili klub tentu kami sangat senang mendengar Cahya masuk ke dalam skuad final Timnas senior. Harapan kami pemanggilan ini menjadi momen bagi Cahya untuk banyak belajar dari para pemain senior di sana,” tutur Razzi.

Razzi juga memastikan bahwa absennya Cahya dari sesi latihan klub tidak menjadi masalah. Hal ini karena kalender FIFA Series bertepatan dengan agenda FIFA Matchday.

“Selama gabung Timnas, Cahya memang tidak mengikuti sesi latihan bersama tim. Enggak masalah karena bertepatan dengan agenda FIFA Matchday, klub tentu memberikan izin. Dia tetap berlatih, hanya saja bersama tim nasional,” imbuh Razzi.