Tim Nasional Indonesia mulai berkumpul secara penuh di Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2026, untuk menjalani pemusatan latihan (TC) jelang ajang FIFA Series 2026. Skuad Garuda akan bertindak sebagai tuan rumah dalam turnamen internasional dua tahunan ini.

Ajang FIFA Series 2026 menjadi kesempatan penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kekuatan dan meningkatkan kualitas permainan di kancah internasional. Selain Indonesia, tiga negara lain yang akan berpartisipasi adalah Bulgaria, Saint Kitts dan Nevis, serta Kepulauan Solomon. Kehadiran tim-tim ini diprediksi akan memberikan tantangan berbeda bagi skuad asuhan pelatih John Herdman.

Proses berkumpulnya para pemain Timnas Indonesia telah dimulai sejak Minggu, 22 Maret 2026. Mereka dijadwalkan datang secara bertahap hingga hari ini, 24 Maret, mengingat sebagian besar masih memiliki kewajiban bersama klub masing-masing, terutama pemain yang berkarier di luar negeri.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memastikan bahwa seluruh pemain akan segera bergabung sebelum pertandingan dimulai. Hal ini krusial mengingat waktu persiapan yang relatif singkat menjelang kick-off turnamen.

Salah satu sorotan utama dalam pemanggilan kali ini adalah kembalinya bek Elkan Baggott ke dalam skuad Timnas Indonesia. Pemain yang kini membela Ipswich Town tersebut kembali mendapat kepercayaan setelah terakhir kali memperkuat tim nasional pada Mei 2024.

Kehadiran Baggott diharapkan mampu menambah kekuatan di lini pertahanan. Dengan postur tinggi dan pengalaman bermain di kompetisi luar negeri, ia diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi lini belakang Garuda.

Secara keseluruhan, skuad final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 dihuni oleh 14 pemain yang berkarier di luar negeri (abroad). Sementara itu, 10 pemain lainnya berasal dari kompetisi domestik, menunjukkan kombinasi antara pengalaman internasional dan kekuatan lokal.

Namun, tidak semua nama besar berhasil masuk dalam daftar akhir. Beberapa pemain senior seperti Ricky Kambuaya, Ezra Walian, dan Marc Klok harus menerima kenyataan tersisih dari skuad. Keputusan ini mengindikasikan bahwa pelatih John Herdman ingin memberikan kesempatan kepada pemain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan taktik tim saat ini.