Persib Bandung menunjukkan dominasinya saat menjamu Madura United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Kamis (26/2/2026) malam, Maung Bandung berhasil membungkam tim tamu dengan skor telak 5-0.

Kemenangan besar ini tidak hanya mengukuhkan posisi Persib di puncak klasemen sementara dengan koleksi 53 poin dari 22 pertandingan, tetapi juga memperpanjang rekor sempurna mereka di kandang. Persib kini mencatatkan 12 kemenangan beruntun di GBLA, menegaskan keangkeran markas mereka bagi setiap lawan.

Striker anyar asal Brasil, Ramon de Andrade Souza, atau yang akrab disapa Ramon Tanque, menjadi salah satu bintang lapangan dalam laga tersebut. Penyerang berusia 27 tahun ini berhasil menyumbangkan dua gol, menunjukkan kontribusi signifikan sejak direkrut untuk menambah daya gedor Persib Bandung pada musim 2025/2026.

Profil dan Perjalanan Karier Ramon Tanque

Ramon Tanque lahir di Brasil pada 10 September 1998. Dengan postur ideal sebagai penyerang tengah, ia memiliki tinggi badan 188 cm dan berat sekitar 80 kilogram. Karakter permainannya dikenal kuat dalam duel udara, piawai memanfaatkan bola-bola atas, serta memiliki naluri mencetak gol yang tajam di dalam kotak penalti lawan.

Sebelum bergabung dengan Persib, Ramon Tanque tampil impresif bersama Visakha FC di Liga Kamboja. Dalam satu musim, ia berhasil mengoleksi 21 gol dan 5 assist dari 28 pertandingan. Catatan produktivitas tersebut menarik perhatian sejumlah klub di Asia Tenggara, termasuk Persib Bandung.

Perjalanan karier Ramon terbilang cukup beragam. Ia mengawali karier profesionalnya di beberapa klub Brasil pada periode 2020–2023. Setelah itu, ia sempat mencoba tantangan di Eropa dengan membela FC Dornbirn di Austria, yang memberinya pengalaman merasakan atmosfer sepak bola Eropa yang lebih taktis dan fisikal. Kemudian, ia melanjutkan karier di Asia Tenggara dan menemukan performa terbaiknya di Kamboja.

Manajemen Persib melihat Ramon Tanque sebagai sosok yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tim. Ia dianggap sebagai striker murni dengan kekuatan fisik, mobilitas yang baik, dan kemampuan penyelesaian akhir yang klinis. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah penyelesaian akhir sekaligus memberikan variasi serangan, terutama dalam situasi bola mati.