Pekanbaru – Motif di balik aksi pembacokan yang menimpa Farradila Ayu Pramesti (23), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, oleh rekannya Reyhan Mufazar (22) mulai terkuak. Isu yang beredar di media sosial mengindikasikan bahwa Reyhan merasa dimanfaatkan oleh korban setelah menjalin hubungan yang intens.
Sebelumnya, kasus pembacokan yang terjadi pada Jumat, 28 Februari 2026, ini sempat diwarnai kabar bahwa Reyhan adalah selingkuhan Fara. Namun, sebuah akun media sosial @sekarrossayu membeberkan detail yang lebih kompleks mengenai hubungan keduanya, yang kemudian viral dan dikutip oleh sejumlah akun gosip Instagram.
Dalam cuitannya, akun @sekarrossayu, yang membalas akun @Blackpearlluvv, mengungkapkan bahwa hubungan antara Reyhan dan Fara telah berjalan layaknya sepasang kekasih, meskipun tanpa status resmi. Reyhan disebut-sebut telah memberikan banyak perhatian dan materi kepada Fara.
“mereka dua pdkt.. si cewe minta di belikan ini-itu, dibeliin.. chat an, vc an, antar jemput.. sampe proposal di kerjain.. bahkan udh pernah tidur bareng..,” demikian kutipan dari cuitan akun @sekarrossayu yang viral.
Keterangan tersebut mengindikasikan bahwa kedekatan Reyhan dan Fara tidak hanya sebatas emosional, melainkan juga melibatkan aspek fisik dan materi. Reyhan dilaporkan sering dimintai tolong untuk membelikan berbagai kebutuhan, berkomunikasi intens melalui pesan dan panggilan video, hingga mengantar jemput Fara. Bahkan, ia disebut turut membantu mengerjakan proposal akademik Fara.
Titik balik hubungan mereka terjadi ketika Reyhan mulai mempertanyakan status dan meminta kepastian. Setelah sekian lama menjalin kedekatan yang sangat mendalam, Reyhan ingin mengetahui posisinya dalam hidup Fara. Namun, jawaban Fara justru memicu kemarahan Reyhan.
Fara disebut menolak untuk berpacaran dengan Reyhan, meskipun selama ini mereka telah melakukan banyak hal layaknya pasangan kekasih. Lebih lanjut, Reyhan juga diduga mengetahui bahwa Fara menjalin kedekatan dengan laki-laki lain, termasuk pacarnya saat ini, Ferdi, di saat yang bersamaan.
“nah, si cowo nya nanyain hubungan mrk apa, minta kepastian.. ternyata si cewe ga mau pacaran.. ternyata, si cewe pas dekat sama si cowo in juga dekat sama cowok lain, dan pacarnya yg sekarang..,” tulis akun @sekarrossayu.
Akumulasi kekecewaan ini diduga menjadi pemicu utama kemarahan Reyhan. Ia merasa telah memberikan segalanya, mulai dari waktu, tenaga, materi, hingga perasaan, namun justru mendapatkan penolakan dan pengkhianatan.
“si cowo ngerasa di bohongin, di manfaatin..,” kutip akun @Sekar rossayu dari cuitan @Blackpearlluvv.
Perasaan dimanfaatkan dan dibohongi ini diduga kuat menjadi pemicu emosi yang mendorong Reyhan untuk merencanakan aksi brutalnya. Informasi sebelumnya juga menyebutkan bahwa Reyhan telah merencanakan pembacokan ini sejak November lalu dan membawa dua senjata tajam dari rumahnya di Bangkinang.




