Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Raihan Mufazzar (22), diduga sempat mengunggah pesan misterius di media sosial sebelum melakukan aksi pembacokan terhadap mahasiswi FAP (23) pada Kamis, 26 Februari 2026. Postingan tersebut menyinggung “sesuatu yang tak terlupakan” dan kini menjadi sorotan publik.

Insiden mengerikan itu terjadi di lingkungan kampus UIN Suska Riau, Pekanbaru, saat korban FAP, mahasiswi jurusan Ilmu Hukum, tengah bersiap mengikuti seminar proposal di Gedung Belajar Fakultas Syariah sekitar pukul 07.30 WIB. Pelaku, tanpa banyak bicara, langsung mengayunkan kapak yang telah disiapkannya dari rumah, melukai FAP yang duduk seorang diri.

Akibat serangan tersebut, FAP mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan, dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa motif di balik aksi nekat Raihan Mufazzar adalah asmara.

Raihan Mufazzar diketahui merupakan mahasiswa di fakultas yang sama dengan korban. Keduanya pernah tergabung dalam satu kelompok program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan sudah saling mengenal.

Fakta mengejutkan terungkap dari akun Instagram @tante.rempong.official, yang menampilkan tangkapan layar postingan terakhir pelaku sebelum insiden. Dalam unggahan tersebut, Raihan Mufazzar menuliskan pesan bernada romantis namun penuh teka-teki.

My love is a flower in your hands (Cintaku adalah bunga di tanganmu) 우리의 시간이야 (Ini adalah waktu kita) I’ll give you something (Aku akan memberimu sesuatu) Unforgettable (Yang tak terlupakan),” demikian bunyi postingan tersebut.

Postingan ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet, banyak di antaranya yang mengaku merinding dan terkejut dengan pesan tersirat di balik aksi brutal pelaku.