PSIM Yogyakarta gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas Semen Padang dalam lanjutan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung sengit di Stadion Gelora Haji Agus Salim (GHAS), Kota Padang, Sumatra Barat, pada Rabu (4/3/2026) malam WIB, berakhir imbang tanpa gol, 0-0.

Hasil seri ini menjadi pukulan telak bagi Laskar Mataram. Tambahan satu angka membuat tim asuhan Jean-Paul van Gastel tersebut gagal memanfaatkan kesempatan emas untuk merangsek naik dua peringkat di klasemen sementara BRI Super League.

PSIM Tertahan di Peringkat Kedelapan

Dengan perolehan 37 poin, PSIM Yogyakarta masih tertahan di urutan kedelapan. Mereka sebenarnya berpeluang menyalip Persita Tangerang dan Bhayangkara FC, namun hasil imbang di Padang memupus ambisi tersebut.

Sepanjang musim ini, PSIM mencatatkan sembilan kemenangan, 10 hasil seri, dan lima kekalahan. Skuad Naga Jawa juga telah membukukan 33 gol dan kebobolan 30 kali.

Insiden Kartu Merah Fahreza Sudin

Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi sejak awal. Kedua kesebelasan saling melancarkan serangan, namun solidnya pertahanan lawan membuat tidak ada gol yang tercipta.

PSIM harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama menyusul insiden di menit ke-38. Gelandang Fahreza Sudin diacungi kartu merah langsung oleh wasit Naufal Adya Fairuski.

Kartu merah tersebut diberikan setelah Fahreza melakukan pelanggaran keras terhadap bek Semen Padang, Samuel Simanjuntak. Insiden terjadi saat Fahreza mencoba menyambar bola dengan gerakan akrobatik di kotak penalti, namun tendangannya justru mengenai kepala Samuel.

Benturan keras itu membuat Samuel Simanjuntak tidak dapat melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar lapangan. Pemain berusia 26 tahun itu kemudian digantikan oleh Ricki Ariansyah.

Kartu merah yang diterima Fahreza Sudin menambah panjang daftar pemain Laskar Mataram yang diusir wasit musim ini. Hingga pekan ke-24, PSIM telah mengumpulkan empat kartu merah. Sebelumnya, Ezequiel Vidal, Raka Cahyana, dan Franco Ramos juga telah menerima hukuman serupa, menjadi catatan tersendiri bagi tim pelatih PSIM.