Dialog dan diskusi terbuka antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan sejumlah ahli ekonomi, politik luar negeri, serta jurnalis menuai apresiasi. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keterbukaan sikap dalam menerima saran dan kritik demi memastikan arah kebijakan pemerintah tetap pada jalur yang benar.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, pada Jumat (20/3), menyatakan, “Ini sebuah bentuk keterbukaan sikap dari Prabowo dalam menerima saran, kritik, dan masukan dari berbagai pihak, terutama yang memiliki kompetensi dan keahlian memadai. Untuk memastikan langkah kebijakan pemerintah on the right track.” Menurut Bawono, dialog tersebut juga merupakan bentuk penghargaan Prabowo terhadap berbagai kritik yang muncul di ruang publik, mulai dari isu ekonomi hingga politik luar negeri.

Bawono menambahkan, dialog yang berlangsung dua arah tanpa batasan topik ini mencerminkan komitmen Prabowo dalam membangun komunikasi secara inklusif dan transparan. Hal ini penting untuk memastikan arah kebijakan ekonomi, politik, dan luar negeri senantiasa berpijak pada kepentingan nasional dan “menempatkan kepentingan rakyat secara luas dalam skala prioritas tertinggi,” ujarnya.

Membawa Kesejukan Politik

Dalam momen menjelang Idulfitri, Prabowo juga menerima kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Bawono Kumoro menilai pertemuan ini berpotensi membawa kesejukan dalam kehidupan politik ke depan. “Sangat mungkin dari pertemuan ini lahir kerja sama dan sinergi antara pemerintahan Prabowo dan PDIP sebagai partai politik terbesar di parlemen,” kata Bawono.

Menurut Bawono, kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan PDI Perjuangan tidak harus diartikan dengan bergabungnya partai tersebut ke dalam kabinet. Kerja sama dan sinergi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga dapat menjadi pilihan. “Memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah bisa menjadi bentuk kerja sama dan sinergi itu,” jelasnya.

Keberadaan PDI Perjuangan di luar pemerintahan juga merupakan hal positif yang patut dihargai dan diapresiasi. Bawono menilai kondisi ini baik untuk pembelajaran kehidupan demokrasi di Indonesia. “Sikap kenegarawanan Prabowo dan Megawati membuat kedua tokoh itu saling menghormati satu sama lain terhadap posisi politik masing-masing saat ini,” pungkasnya.