Perayaan Idul Fitri 2026 kembali menjadi momen istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk para bintang lapangan hijau. Meskipun disibukkan dengan jadwal kompetisi yang ketat di liga-liga top Eropa maupun Timur Tengah, sejumlah pesepak bola Muslim tetap menyempatkan diri untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga atau rekan setim.

Salah satu nama yang paling menonjol adalah penyerang andalan Liverpool, Mohamed Salah. Bintang asal Mesir ini dikenal memiliki tradisi unik setiap Lebaran, yakni kembali ke kampung halamannya di Nagrig. Selain berkumpul dengan keluarga, Salah juga kerap berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar, menjadikan Idul Fitri sebagai momen yang penuh makna sosial.

Gelandang Juventus, Paul Pogba, juga termasuk pesepak bola yang dikenal taat menjalankan ibadah. Ia rutin merayakan hari raya dengan penuh khidmat. Senada dengan Pogba, Sadio Mane yang kini memperkuat Al Nassr di Liga Arab Saudi, aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial berbasis keagamaan, menunjukkan komitmennya terhadap nilai-nilai Islam.

Di Paris Saint-Germain, bek sayap Achraf Hakimi dari Maroko tak jarang menunjukkan identitas keislamannya, termasuk saat merayakan Idul Fitri. Sementara itu, mantan penyerang Real Madrid yang kini membela Al Ittihad, Karim Benzema, sering membagikan momen-momen Ramadan dan Lebaran melalui akun media sosial pribadinya, mendekatkan diri dengan penggemar.

Generasi muda sepak bola juga tak ketinggalan dalam menjaga tradisi ini. Bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, diketahui tetap menjalankan ibadah puasa di tengah padatnya jadwal pertandingan kompetitif. Rekannya, Hugo Ekitike, bahkan sempat berkelakar bahwa ia mungkin akan merayakan Lebaran di perjalanan karena agenda pertandingan yang begitu padat.

Sosok rendah hati seperti N’Golo Kante, yang dikenal dengan kesederhanaannya, juga merupakan Muslim yang taat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat menyambut hari raya. Tak hanya pemain aktif, mantan bintang seperti Mesut Ozil pun tetap aktif menyampaikan ucapan Idul Fitri kepada para penggemar di seluruh dunia, meski telah gantung sepatu.

Fenomena ini menegaskan bahwa nilai-nilai religius dapat berjalan selaras dengan profesionalisme di level tertinggi sepak bola global. Idul Fitri menjadi momen refleksi dan kebahagiaan bagi para pemain Muslim, bahkan ketika mereka jauh dari tanah kelahiran. Kehadiran mereka juga memberikan inspirasi bagi jutaan penggemar bahwa identitas dan keyakinan dapat tetap dijaga di tengah kerasnya persaingan di kancah sepak bola internasional.