Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memprediksi bahwa bintang mudanya, Lamine Yamal, akan menjadi sorotan utama Timnas Belgia dalam laga perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, dini hari WIB.
Menurut De la Fuente, situasi tersebut justru akan menjadi keuntungan besar bagi La Roja. Perhatian berlebih terhadap Yamal diyakini akan membuka ruang bagi pemain Spanyol lainnya untuk menghukum pertahanan lawan.
Strategi Spanyol Memanfaatkan Perhatian pada Yamal
De la Fuente menilai kemampuan individu Lamine Yamal yang luar biasa akan memaksa setiap lawan untuk mengerahkan lebih dari satu pemain guna menghentikannya. Kondisi inilah yang disebutnya sebagai senjata utama Spanyol dalam memburu tiket semifinal.
“Lamine adalah pemain yang membutuhkan banyak sentuhan dengan bola. Dia memiliki kemampuan melewati satu, dua, bahkan tiga lawan,” ujar De la Fuente, seperti dikutip dari ESPN pada Kamis, 10 Juli 2026.
Pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan bahwa fokus berlebihan terhadap Yamal akan menciptakan ruang kosong di area lain lapangan. Ruang tersebut, lanjutnya, bisa dimanfaatkan secara optimal oleh rekan-rekan setim Yamal.
“Ini sebenarnya sederhana, seperti matematika. Ketika beberapa pemain lawan fokus menghentikan satu pemain, otomatis ada ruang lain yang terbuka,” kata De la Fuente menjelaskan strateginya.
Ia menambahkan, “Karena itu kami harus mengalirkan bola dengan cepat agar pemain lain bisa memanfaatkan ruang yang tercipta.” Dengan demikian, Spanyol berharap dapat membongkar pertahanan Belgia dan melaju ke babak selanjutnya.




