Sesi Latihan Bebas Kedua (FP2) Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring berlangsung penuh dinamika. Perhatian publik tertuju pada penampilan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang mengakhiri sesi di posisi ke-20, sementara insiden kecelakaan juga mewarnai jalannya latihan yang melibatkan pembalap muda Máximo Quiles.
FP2 merupakan bagian krusial dalam persiapan menuju sesi kualifikasi. Seluruh pembalap memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari setelan motor terbaik sekaligus meningkatkan catatan waktu di lintasan yang dikenal memiliki banyak tikungan teknis. Persaingan berlangsung ketat sejak awal, dengan beberapa pembalap silih berganti mencatatkan waktu tercepat.
Insiden Máximo Quiles di Sachsenring
Momen paling menyita perhatian terjadi ketika Máximo Quiles mengalami kecelakaan (crash) saat berusaha memperbaiki catatan waktunya. Insiden tersebut sempat memengaruhi jalannya sesi, meskipun pembalap lain dapat melanjutkan latihan setelah kondisi lintasan dinyatakan aman.
Kecelakaan dalam sesi latihan bukan hal asing di Moto3. Para pembalap kerap mendorong motornya hingga batas maksimal demi mendapatkan waktu terbaik sebelum fase kualifikasi.
Adaptasi dan Peluang Veda Ega Pratama
Veda Ega Pratama memanfaatkan FP2 untuk terus mengenali karakter Sirkuit Sachsenring dan mencari pengaturan motor yang paling sesuai. Meski belum menembus barisan depan dan mengakhiri sesi di posisi ke-20, hasil latihan bebas bukan penentu akhir pekan balapan.
Pembalap muda Indonesia tersebut masih memiliki kesempatan memperbaiki performa pada sesi kualifikasi. Posisi start yang lebih baik akan menjadi modal penting untuk bersaing saat balapan utama. Tim juga diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap data telemetri guna meningkatkan performa motor menjelang sesi berikutnya.
Fokus Menuju Kualifikasi
Hasil FP2 menjadi bahan evaluasi bagi seluruh tim sebelum memasuki fase kualifikasi. Setiap detail, mulai dari pemilihan ban, keseimbangan motor, hingga strategi di lintasan akan menjadi perhatian agar pembalap mampu mencatatkan waktu terbaik.
Bagi Veda Ega Pratama, kesempatan untuk bangkit masih terbuka lebar. Dengan pengalaman yang terus bertambah serta dukungan tim, ia diharapkan mampu meningkatkan performanya dan memperoleh posisi start yang lebih kompetitif.




