Tim Nasional Iran berada dalam posisi sulit menjelang Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengisyaratkan kemungkinan mundur dari turnamen akbar tersebut, sebuah langkah yang dapat memicu sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Situasi pelik ini muncul setelah Iran menghadapi serangkaian serangan dari Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari lalu. Hingga Kamis, 12 Maret 2026, belum ada tanda-tanda meredanya konflik tersebut, yang membuat partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tidak pasti.
Padahal, Tim Melli, julukan Timnas Iran, telah memastikan diri lolos sebagai salah satu dari delapan negara perwakilan Asia. Namun, Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menyampaikan pernyataan bernada pesimis terkait kondisi timnya.
“Kami tidak bisa menghadapi Piala Dunia dengan harapan,” ucap Mehdi Taj pekan lalu.
Ancaman Sanksi Berat dari FIFA
Opsi pengunduran diri ini membawa konsekuensi serius. Sejak tahun 1950, belum ada satu pun negara yang mundur dari Piala Dunia setelah dipastikan lolos. FIFA memiliki regulasi ketat terkait hal tersebut.
“Regulasi menyatakan mundur dari turnamen berakibat denda bergantung pada tanggal pengunduran diri,” tulis The Guardian.
Selain denda, Komite Disiplin FIFA juga berwenang menjatuhkan sanksi olahraga. Sanksi terberat yang mungkin diterima adalah dikeluarkannya asosiasi bersangkutan dari agenda kompetisi FIFA berikutnya.
“Komite Disiplin FIFA bisa menjatuhkan hukuman tambahan,” tulis The Guardian lagi. “Bergantung pada waktu pengunduran diri, tingkat keseriusan pelanggaran, dan berbagai faktor mitigasi serta relevansi situasi.”
Hukuman tambahan ini bisa berupa larangan tampil di kompetisi FIFA di masa depan, yang dalam konteks ini berarti Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia. Bagi Iran, negara yang sudah enam kali lolos ke Piala Dunia, sanksi semacam itu akan menjadi pukulan telak.
Mengingat Amerika Serikat adalah salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026, banyak pihak berharap FIFA dapat mengambil keputusan bijaksana terkait nasib Iran. Badan tertinggi sepak bola dunia itu menyatakan tengah memantau perkembangan situasi.
Sejauh ini, para pejabat FIFA masih memperkirakan Iran akan tetap tampil di Piala Dunia. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, pada Sabtu (28/02) lalu menegaskan fokus organisasi.
“Fokus kami adalah memastikan Piala Dunia berlangsung aman dengan semua peserta ikut serta,” ujar Mattias Grafstrom.




