PT Globaltech Mineral Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Bhakti Mitra Widyatama (Jakarta) membangun Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mandiri berstandar Badan Gizi Nasional (BGN) di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ditargetkan mampu melayani ribuan penerima manfaat.

Pembangunan dapur tersebut merupakan inisiatif PT Globaltech Mineral Indonesia sebagai mitra pemilik fasilitas, bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Mitra Widyatama yang merupakan mitra dari Badan Gizi Nasional. Proyek ini dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan PT Globaltech Mineral Indonesia di Bandung.

Direktur Pelaksana PT Globaltech Mineral Indonesia, Tatang Sutarman, menyatakan bahwa dirinya ditunjuk langsung oleh pimpinan pusat sebagai penanggung jawab pembangunan dapur-dapur SPPG Mandiri standar BGN milik perusahaan bersama Yayasan Bhakti Mitra Widyatama di wilayah Jawa Barat. “Pembangunan dapur di Desa Rancapanggung ini ditargetkan rampung 100 persen dalam bulan ini, dengan target peluncuran dan mulai operasional pada awal Maret 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dapur SPPG Mandiri ini dibangun di atas lahan seluas 1.200 meter persegi, dengan luas bangunan 16 x 20 meter dan area parkir 360 meter persegi. Proses konstruksi ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kerja, tidak termasuk hari libur dan kendala kondisi alam.

Fasilitas ini dirancang sesuai standar nasional BGN, mencakup aspek konstruksi bangunan, kelengkapan peralatan, sistem operasional, hingga perizinan. Pihak pengelola memastikan dapur telah mengantongi sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS) dan perizinan operasional lainnya sebagai prasyarat pelayanan program MBG.

Saat mulai beroperasi, dapur ini ditargetkan melayani sekitar 3.892 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui yang berada di wilayah sekitar Desa Rancapanggung.

Dalam operasionalnya, dapur SPPG ini akan melibatkan relawan dari warga setempat. Setiap Rukun Warga (RW) di Desa Rancapanggung mengirimkan perwakilan untuk terlibat sebagai tenaga pendukung. Para relawan tersebut telah mengikuti pelatihan selama 14 hari yang difasilitasi oleh Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia bekerja sama dengan Universitas Pertahanan (Unhan).