BANDA ACEH – Sebuah dokumen yang diduga merupakan surat lamaran kerja ke PT Pembangunan Aceh (PEMA) beredar luas di media sosial, memicu dugaan adanya praktik “titipan” dalam proses rekrutmen perusahaan daerah tersebut. Dokumen ini menjadi sorotan publik setelah munculnya catatan tulisan tangan yang mengarah pada intervensi.

Surat lamaran tersebut diketahui atas nama Angga Ramadhana, seorang lulusan S1 Ilmu Politik, yang ditujukan langsung kepada Direktur Utama PT PEMA. Surat itu bertanggal 8 Maret 2025.

Bersamaan dengan surat lamaran, beredar pula curriculum vitae (CV) Angga Ramadhana yang mencantumkan sejumlah pengalaman organisasi dan pekerjaan. Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Ketua DEMA POSPERA Aceh, Sekretaris Umum IKAMBA, serta memiliki pengalaman magang di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Namun, perhatian utama publik tertuju pada sebuah catatan tulisan tangan yang tertera di bagian bawah surat lamaran. Catatan tersebut terbaca: “K-Pema! Bantu/karyawan di Pema. Tks. (Mualem).” Disposisi ini juga disertai tanggal 8 April 2025.

Beredarnya dokumen ini sontak memunculkan dugaan kuat di kalangan warganet mengenai adanya praktik “titipan” dalam penerimaan karyawan di PT PEMA. Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT PEMA diharapkan menjalankan proses rekrutmen yang transparan, profesional, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua pelamar sesuai kompetensi.

Narasi yang beredar di media sosial turut menyuarakan kekhawatiran publik. “Rakyat Aceh menginginkan proses rekrutmen BUMD yang clean and clear. Jangan sampai praktik nepotisme atau “titipan mandat” menjadi hal yang dianggap wajar. Jika semua posisi diisi melalui “jalur belakang”, bagaimana kita bisa membangun Aceh yang lebih maju?” demikian bunyi narasi tersebut.

Hingga Kamis, 02 Juli 2026, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak manajemen PT PEMA maupun pihak yang namanya disebut dalam catatan tulisan tangan, yakni “Mualem”.

Pintoe.co, media yang pertama kali melaporkan, masih berupaya melakukan konfirmasi kepada manajemen PT PEMA terkait keaslian dokumen, status pelamar bersangkutan, serta penjelasan mengenai tulisan tangan yang menjadi pusat perhatian publik. Keterangan lebih lanjut akan dimuat setelah diperoleh.