Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. Zaini Abdullah, meninggal dunia pada Sabtu, 13 Juni 2026. Tokoh yang akrab disapa Abu Doto ini wafat di usia 86 tahun setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Kabar duka tersebut beredar luas di kalangan masyarakat dan tokoh Aceh sejak pukul 12.24 WIB. Sebelumnya, dr. Zaini Abdullah memang diketahui telah menjalani perawatan di RSUDZA Banda Aceh sejak beberapa waktu terakhir.
Mantan Wali Kota Sabang, Munawar Liza Zainal, melalui unggahan di media sosial Facebook, menyampaikan bahwa jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya, pemakaman akan dilakukan di kampung halamannya di Tereubue, Kabupaten Pidie.
Kepergian dr. Zaini Abdullah merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai figur penting dalam perjalanan perjuangan, proses perdamaian, hingga pembangunan Aceh pascakonflik.
Profil Singkat dr. Zaini Abdullah
Lahir pada 24 April 1940, dr. Zaini Abdullah menjabat sebagai Gubernur Aceh dari tahun 2012 hingga 2017. Ia berasal dari keluarga ulama dan pejuang Aceh, serta berprofesi sebagai dokter.
Dalam sejarah Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ia menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Menteri Kesehatan dalam kabinet GAM. dr. Zaini Abdullah juga merupakan salah satu penandatangan perjanjian The Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) antara GAM dan Pemerintah Republik Indonesia di Jenewa, Swiss. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri GAM dan aktif dalam berbagai proses diplomasi internasional terkait Aceh.
Pasca penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki, dr. Zaini Abdullah terjun ke dunia politik praktis. Ia memenangkan Pilkada Aceh 2012 bersama wakilnya, Muzakir Manaf, dan memimpin Aceh selama periode 2012-2017.
Selama kepemimpinannya, Abu Doto dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan ulama. Ia aktif mendorong pembangunan serta penguatan perdamaian di Aceh, menjadikannya salah satu tokoh dengan peran besar dalam sejarah modern Aceh.




