Babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan sejumlah laga menarik pada 1-2 Juli 2026, melibatkan tim-tim besar seperti Inggris dan Belgia. Seluruh pertandingan krusial ini dijadwalkan tayang langsung melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport.
Selain siaran gratis, penggemar sepak bola juga dapat menyaksikan pertandingan melalui platform berbayar Folaplay dan MAXStream. Untuk akses layanan ini, pengguna dikenakan biaya langganan mulai dari Rp25.000.
Inggris Hadapi RD Kongo, Ujian Perdana di Fase Gugur
Pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 23.00 WIB, Inggris akan berhadapan dengan Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Amerika Serikat. Inggris melaju ke babak ini sebagai juara Grup L, sementara RD Kongo lolos sebagai peringkat ketiga terbaik dari Grup K.
Secara historis dan kualitas skuad, Inggris diunggulkan dalam pertandingan ini. Sebagai juara Piala Dunia 1966, The Three Lions memiliki pengalaman mumpuni di fase gugur turnamen besar. Sebaliknya, RD Kongo baru pertama kali merasakan atmosfer babak gugur Piala Dunia, sebuah debut yang menantang.
Meski demikian, Inggris menyadari potensi kejutan yang bisa terjadi. Beberapa tim besar sebelumnya telah tumbang di tangan tim non-unggulan, seperti Paraguay dan Maroko yang berhasil menyingkirkan Jerman dan Belanda.
Kiper timnas Inggris, Jordan Pickford, menekankan pentingnya fase ini. “Ini adalah fase sepak bola yang sebenarnya, satu laga penentuan. Kami punya pemain yang pernah menjuarai Liga Champions, pernah bermain bersama timnas usia muda. Semua tahu tekanan di babak ini dan dari situ kalian akan melihat kami berkembang pesat,” ujarnya, dikutip dari laman resmi FIFA.
Belgia Tantang Senegal, Duel Kuda Hitam yang Ofensif
Pertandingan lain yang tak kalah seru akan tersaji pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 03.00 WIB, mempertemukan Belgia dan Senegal. Laga ini akan digelar di Stadion Seattle, Amerika Serikat.
Belgia berhasil lolos sebagai juara Grup G, sementara Senegal melaju sebagai peringkat ketiga terbaik dari Grup I. Pertemuan kedua tim ini diprediksi akan menjadi duel antara “kuda hitam” turnamen. Mengingat statistik di babak grup, kedua tim dikenal dengan gaya bermain ofensif yang menjanjikan laga terbuka dan penuh gol.




