Momen berbuka puasa selalu menjadi saat yang dinantikan umat Muslim setelah menahan lapar dan dahaga seharian penuh. Lebih dari sekadar membatalkan puasa, momen ini juga dianjurkan untuk diisi dengan doa agar semakin bermakna dan mendatangkan pahala. Selain doa ‘Allahumma laka shumtu…’ yang sudah akrab di telinga, doa ‘Dzahaba-zh-zhama’u…’ kini semakin populer diamalkan.
Teks Lengkap Doa ‘Dzahaba-zh-zhama’u’
Bagi umat Muslim yang ingin mengamalkan, berikut adalah teks doa ‘Dzahaba-zh-zhama’u’ dalam bahasa Arab, Latin, beserta terjemahannya:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
“Dzahaba-zh-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Alasan Doa ‘Dzahaba-zh-zhama’u’ Kian Populer
Popularitas doa ini tidak terlepas dari beberapa keistimewaan yang membuatnya terasa lebih personal dan relevan bagi orang yang berpuasa:
- Sangat Realistis: Doa ini secara gamblang menggambarkan sensasi fisik yang dialami saat berbuka puasa, yaitu hilangnya rasa haus dan basahnya kerongkongan. Frasa “telah basah urat-urat” secara tepat merefleksikan kondisi tubuh setelah asupan cairan.
- Berdasarkan Riwayat Kuat: Banyak ulama menganjurkan doa ini karena diriwayatkan dalam hadits yang shahih, yakni Hadits Riwayat Abu Dawud. Hal ini memberikan dasar kuat bagi umat Muslim untuk mengamalkannya dengan keyakinan.
- Optimisme Pahala: Bagian doa “wa tsabatal ajru insyaa Allah” (dan telah tetap pahala, insya Allah) berfungsi sebagai pengingat bahwa setiap upaya menahan diri selama berpuasa tidak akan sia-sia. Ada jaminan pahala yang telah ditetapkan oleh Allah SWT bagi mereka yang berpuasa.
Waktu Terbaik Mengamalkan Doa ‘Dzahaba-zh-zhama’u’
Pertanyaan mengenai kapan waktu terbaik membaca doa ini sering muncul, apakah sebelum atau sesudah membatalkan puasa. Berdasarkan makna doa yang menggunakan bentuk kata kerja lampau (“telah”), para ulama menjelaskan bahwa doa ini sebaiknya dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya.
Urutan yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
- Mengucapkan “Bismillah”.
- Membatalkan puasa dengan minum air atau mengonsumsi kurma.
- Kemudian, membaca doa “Dzahaba-zh-zhama’u wab-tallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”
Dengan urutan ini, kalimat “telah hilang rasa haus” menjadi relevan dan sesuai dengan kondisi fisik yang baru saja merasakan kesegaran setelah berbuka.




