Aktivitas nelayan di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, terganggu parah akibat cuaca buruk yang berlangsung lebih dari satu bulan terakhir. Angin kencang dan gelombang tinggi di perairan setempat memaksa para nelayan pulang lebih cepat, mengakibatkan penurunan drastis pada hasil tangkapan dan pendapatan mereka.

Kondisi laut yang membahayakan membuat sebagian besar nelayan yang berangkat sejak pukul empat hingga lima dini hari terpaksa kembali ke daratan sekitar pukul delapan atau sembilan pagi. Waktu melaut yang jauh lebih singkat ini berdampak langsung pada jumlah ikan yang berhasil mereka tangkap.

Penurunan hasil tangkapan ikan secara signifikan membuat pendapatan nelayan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari secara optimal. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga nelayan di wilayah tersebut.

Dampak Ekonomi dan Upaya Bertahan Nelayan

Untuk bertahan, sebagian kecil nelayan yang memiliki pekerjaan lain beralih sementara menjadi petani. Namun, mayoritas warga yang menggantungkan hidup sepenuhnya sebagai nelayan hanya bisa memanfaatkan waktu di darat untuk memperbaiki jaring dan perlengkapan melaut, sambil menanti cuaca kembali bersahabat.

Selain ancaman cuaca ekstrem, para nelayan juga mengeluhkan kondisi alur muara yang semakin dangkal. Saat air laut surut, perahu-perahu mereka kesulitan untuk keluar masuk, sehingga aktivitas melaut semakin terhambat dan tidak efisien.

Harapan Nelayan kepada Pemerintah

Para nelayan Desa Limbangan sangat berharap pemerintah segera melakukan pengerukan alur muara yang mendesak. Mereka juga meminta perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi sulit yang mereka hadapi, agar aktivitas melaut dapat kembali berjalan lancar dan perekonomian nelayan tetap terjaga.