Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Jumat, 4 Juli 2026, dan telah memicu 14 kejadian bencana di wilayah Aceh Besar.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menjelaskan bahwa berdasarkan data dan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berpotensi terjadi hingga tanggal tersebut. “Masyarakat diimbau rutin memantau peringatan dini cuaca melalui laman BMKG serta menghindari kawasan rawan bencana,” ujar Ridwan pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ridwan menambahkan, cuaca tidak normal telah terjadi sejak 20 Juni hingga 2 Juli 2026. Selama periode tersebut, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang di sejumlah ruas jalan, termasuk jalan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda dan Jalan Gampong Blang, Kecamatan Blang Bintang. Selain itu, angin kencang juga menerbangkan atap rumah toko dan rumah warga di Kecamatan Montasik.

BPBD Aceh Besar mencatat total 14 kejadian akibat cuaca ekstrem di wilayahnya sejak 1 Januari hingga 2 Juli 2026. Salah satu insiden terbaru terjadi di Kecamatan Montasik pada Selasa, 1 Juli 2026, sekitar pukul 15.50 WIB. Angin kencang menyebabkan kerusakan pada empat bangunan di Gampong Eumpe Tanong.

Berdasarkan pendataan sementara, dua unit ruko mengalami kerusakan berat pada bagian atap, sementara dua unit toko lainnya mengalami kerusakan sedang. Warga yang terdampak adalah Marwan (44), Hendra, dan Samsul Fuadi (34). Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan yang diterima, tim BPBD Kabupaten Aceh Besar segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pendataan, asesmen, serta mendokumentasikan kerusakan. Ridwan Jamil juga mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi mandiri dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta mewaspadai perubahan cuaca mendadak yang dapat memicu banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, dan pohon tumbang.

“Kewaspadaan merupakan langkah paling penting untuk meminimalisir dampak cuaca ekstrem,” tegas Ridwan. Ia juga meminta masyarakat dan pengendara berhati-hati saat melintas di kawasan rawan longsor maupun pohon tumbang. “Saat angin kencang, kurangi aktivitas di luar ruangan atau area terbuka. Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang rawan roboh untuk menghindari risiko,” imbuhnya.

Senada, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, turut mengimbau masyarakat di berbagai wilayah Aceh agar tetap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang. “Hindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang rentan, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau BPBD setempat apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Bahron.

BPBD juga mengingatkan nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang tinggi demi keselamatan. Selain itu, masyarakat diajak menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran drainase tidak tersumbat guna mencegah genangan air. Apabila menghadapi kondisi yang membahayakan, masyarakat diminta segera menghubungi BPBD atau layanan kedaruratan di nomor 08116713113.