Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan total anggaran sebesar Rp69,7 miliar untuk program rehabilitasi dan revitalisasi 51 satuan pendidikan di Kabupaten Gresik dan Lamongan. Program ini bertujuan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa di kedua wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan program perbaikan sarana prasarana sekolah di Gresik pada Kamis (5/3/2026). Di Kabupaten Gresik, sebanyak 19 satuan pendidikan akan direvitalisasi dengan total anggaran Rp27,4 miliar. Rinciannya, 10 SMA menerima Rp8,6 miliar dan 9 SMK mendapatkan Rp19,33 miliar.

Gubernur Khofifah menekankan pentingnya program ini. “Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan upaya berkelanjutan pemerintah provinsi. Diharapkan, efisiensi pelaksanaan dapat terus dilakukan di masing-masing wilayah pada tahun 2026.

Selain Gresik, program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Lamongan. Sebanyak 32 satuan pendidikan di Lamongan akan direvitalisasi dengan total anggaran Rp42,29 miliar. Anggaran tersebut meliputi 19 SMA dengan Rp19,36 miliar, 13 SMK dengan Rp22,13 miliar, dan 1 SLB dengan Rp796 juta.

“Total anggaran khusus untuk Lamongan Rp42,29 miliar,” kata Aries. Ia menambahkan, secara keseluruhan, 51 satuan pendidikan di Lamongan dan Gresik mendapatkan program pembangunan dengan total anggaran Rp69.704.570.000.

“Program ini menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kualitas pendidikan yang layak dan merata di berbagai seluruh wilayah yang ada di Jawa Timur khususnya Lamongan dan Gresik,” jelas Aries.

Berbagai bentuk pekerjaan yang dilaksanakan dalam program revitalisasi dan rehabilitasi ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang administrasi, perpustakaan, serta toilet dan fasilitas sanitasi sekolah.