Berkah Ramadan terasa nyata bagi para pelaku usaha kerupuk tulang ayam di Kota Cirebon. Jelang perayaan Idulfitri, permintaan akan camilan gurih ini melonjak signifikan. Kerupuk tulang ayam kini menjadi pilihan favorit sebagai oleh-oleh bagi kerabat dan sanak saudara.
Usaha kerupuk tulang ayam ini telah beroperasi sejak tahun 2013. Dengan alat produksi yang masih mengandalkan cara tradisional, para perajin berhasil bertahan melewati berbagai tantangan, termasuk masa pandemi COVID-19 yang sempat melanda.
Bahan utama seperti tepung dan tulang ayam diolah menjadi adonan kerupuk. Karena tidak memiliki mesin oven modern, proses penjemuran bahan kerupuk sepenuhnya bergantung pada cuaca panas matahari. Kondisi ini seringkali menjadi kendala serius dalam produksi, terutama saat musim hujan tiba.
Pada momen Ramadan jelang Lebaran ini, produksi kerupuk tulang ayam meningkat drastis untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pesanan terus berdatangan, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk khas Cirebon ini. Harga kerupuk tulang ayam bervariasi, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 13.000 per kemasan.
Para pelaku usaha berharap kondisi cuaca dapat tetap stabil panas menjelang Lebaran. Cuaca yang mendukung sangat penting untuk menjaga kelancaran produksi dan memastikan seluruh permintaan konsumen dapat terpenuhi.




