Layanan air bersih di Kabupaten Aceh Utara berangsur pulih pascabanjir, dengan 1.500 sambungan rumah (SR) kini telah terlayani. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga tengah menyiapkan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru berkapasitas 50 liter/detik untuk memperkuat sistem yang sudah ada.
Menteri PU Tinjau Lokasi
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Langkahan di Aceh Utara pada Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan pemulihan layanan air bersih pascabencana berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali mengakses air minum yang layak dan berkelanjutan.
SPAM Langkahan eksisting, yang berlokasi di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, memiliki kapasitas 20 liter/detik. Sumber airnya berasal dari Sungai Krueng Jambo Aye dan melayani sekitar 3.600 Sambungan Rumah (SR) di Kecamatan Langkahan dan Tanah Jambo Aye. Namun, pascabanjir, Instalasi Pengolahan Air (IPA) mengalami over capacity serta gangguan pada intake dan pipa sadap akibat perubahan morfologi sungai.
Kementerian PU, melalui Balai Penataan Bangunan dan Prasarana Kawasan Aceh (BPBPK), telah melakukan penanganan darurat untuk memulihkan layanan. “Beberapa bulan lalu kondisi masih belum seperti ini. Untuk sekarang, intake-nya sudah mulai dibangun walaupun masih darurat, dan air sudah mulai mengalir ke masyarakat, meskipun belum sempurna,” kata Dody Hanggodo.
Cakupan Layanan dan Kualitas Air
Saat ini, layanan air bersih telah menjangkau sekitar 1.500 SR di tiga desa. Dalam waktu dekat, cakupan layanan ditargetkan bertambah ke tujuh desa lainnya ke arah Jambo Aye. Secara bertahap, pelayanan akan dipulihkan hingga mendekati kapasitas semula, yaitu sekitar 3.600 Kepala Keluarga (KK).
“Selain menangani SPAM, kita juga harus menindaklanjuti sambungan ke rumah-rumah. Banyak yang tertutup lumpur, bocor, atau harus dipotong dan diganti. Saat ini baru menjangkau 3 desa, rencananya tujuh desa lagi segera dilayani. Kita upayakan secepatnya supaya layanannya bisa kembali seperti semula,” jelas Dody.
Terkait kualitas air, Menteri Dody meminta penyempurnaan proses pengolahan agar layanan lebih optimal. “Kualitas sebenarnya sudah bagus, tapi masih agak keruh. Saya minta Kepala Balai Cipta Karya menambah filter dan chemical supaya kualitasnya lebih baik lagi.”
Meskipun masih dalam kondisi tanggap darurat, Dody Hanggodo menegaskan bahwa air yang disalurkan harus dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
SPAM Baru untuk Jangka Menengah
Sebagai langkah strategis jangka menengah, Kementerian PU akan membangun SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter/detik. Pembangunan ini bertujuan memperkuat sistem eksisting dan direncanakan dimulai awal Tahun Anggaran 2026.
SPAM baru tersebut akan dibangun bersebelahan dengan SPAM Langkahan eksisting. Desainnya dirancang compact, modern, dan efisien untuk memudahkan operasional oleh PDAM Tirta Pase selaku operator. Lingkup pembangunannya meliputi Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja 50 liter/detik, bangunan intake, pipa transmisi dan distribusi utama, reservoir beton 600 m³, rumah pompa, genset, rumah bahan kimia, kantor, SDB, serta booster untuk menjaga tekanan distribusi.




