Harga pakan yang terus merangkak naik dan cuaca ekstrem menjadi dua tantangan besar yang kini menghimpit kesejahteraan pelaku perikanan di pesisir Cirebon. Kondisi ini menyebabkan banyak keluarga nelayan kekurangan pemasukan karena tidak bisa melaut berhari-hari.
Solusi dari Prof. Rokhmin Dahuri
Menanggapi kondisi tersebut, secercah harapan datang dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri. Pada Jumat, 24 Juli 2026, ia bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan bantuan hibah mesin pengolah pakan ikan di Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.
Bantuan tersebut ditujukan kepada Kelompok Bumi Baduran, sebuah kelompok pelaku perikanan setempat. Program ini merupakan bagian dari Tahun Anggaran 2026, dengan tujuan utama agar UMKM perikanan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pakan pabrik dan dapat menekan biaya produksi secara signifikan.
Peningkatan Akses Pemasaran dan Kemandirian
Tidak hanya mesin pakan, Prof. Rokhmin Dahuri juga memberikan Bimbingan Teknis Peningkatan Akses Pemasaran. Materi yang disampaikan meliputi strategi penjualan, teknik pengemasan (packaging), hingga cara menembus pasar modern. Harapannya, hasil perikanan dari Suranenggala Kidul memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan itu turut mengimbau masyarakat untuk mandiri. “Prof Rokhmin Dahuri juga mengimbau dagar masyarakat bisa mandiri. Di saat cuaca tidak menentu dan nelayan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, harus ada usaha alternatif. Dengan budidaya dan pakan mandiri, roda ekonomi keluarga tetap jalan,” ujarnya.
Dengan adanya mesin pakan mandiri dan bekal ilmu pemasaran, pelaku perikanan di Suranenggala Kidul diharapkan dapat lebih kuat dan resilient dalam menghadapi tantangan harga pakan serta ketidakpastian cuaca di masa mendatang.




