Warga Blok Cantilan, Desa Tawangsari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menghadapi ironi aksesibilitas yang telah berlangsung bertahun-tahun. Meskipun secara administratif masuk wilayah Jawa Barat, untuk mencapai pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon menggunakan kendaraan roda empat, mereka justru harus melintasi wilayah Brebes, Jawa Tengah.

Persoalan ini mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat yang dihadiri Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Anggota DPRD Jawa Barat, Drs. H. Daddy Rohanady, melontarkan kritik satir yang menyita perhatian peserta sidang.

Kritik Satir Anggota DPRD Jabar

Dalam forum tersebut, Daddy Rohanady menyoroti lambatnya penanganan masalah akses di wilayah perbatasan. Ia bahkan melontarkan sindiran tajam terkait kondisi tersebut.

“Akses menuju Blok Cantilan, Desa Tawangsari yang ada 2.000 jiwa itu belum tertangani. Mungkin tidak kalau kita ikhlaskan sebagian saudara-saudara kita itu ke Jawa Tengah, Brebes. Kalau memang kita tidak bisa urus,” ujar Daddy Rohanady, Kamis (16/7/2026).

Kalimat tersebut, menurut Daddy, bukanlah usulan untuk mengubah batas wilayah. Sindiran itu justru menjadi gambaran betapa lamanya persoalan akses di wilayah perbatasan dibiarkan tanpa penyelesaian yang nyata oleh pemerintah provinsi.

Terpisah Sungai Cisanggarung, Jembatan Hanya untuk Roda Dua

Penyebab utama kesulitan akses ini adalah keberadaan Sungai Cisanggarung yang memisahkan Blok Cantilan dari wilayah Kabupaten Cirebon lainnya. Jembatan penghubung memang tersedia, namun hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua.

Akibatnya, mobil pribadi, ambulans, kendaraan pengangkut hasil pertanian, hingga kendaraan pelayanan pemerintah harus memutar cukup jauh melalui provinsi tetangga. Situasi ini membuat jarak terasa lebih panjang, biaya operasional semakin besar, dan waktu terbuang sia-sia bagi 2.000 jiwa penduduk Blok Cantilan.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan saat bepergian. Ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan ambulans, ketika hasil panen harus diangkut ke pasar, atau ketika pemerintah hendak memberikan pelayanan menggunakan kendaraan roda empat, semuanya harus menempuh rute memutar melewati Brebes. Warga tetap tercatat sebagai masyarakat Jawa Barat, tetapi dalam aktivitas sehari-hari mereka lebih bergantung pada akses dari Jawa Tengah.

Harapan Warga Akan Solusi Permanen

Kondisi ini telah menjadi kenyataan pahit bagi warga Blok Cantilan selama bertahun-tahun. Mereka berharap pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan aksesibilitas ini, agar tidak lagi merasa terpinggirkan dan bergantung pada wilayah administrasi lain.