Tim Nasional Pencak Silat Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang total 6 medali emas, 4 perak, dan 9 perunggu dari Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026 yang berlangsung di Gimnasium Dong Nai, Vietnam, pada 17 hingga 23 Juli 2026.

Dalam ajang yang diikuti oleh sekitar 300 atlet dari 10 negara, termasuk tuan rumah Vietnam, Indonesia, India, Kazakhstan, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Uzbekistan, dan Taiwan, Indonesia menempati peringkat kedua dalam klasemen perolehan medali. Posisi puncak diraih oleh Vietnam sebagai juara umum dengan koleksi 16 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu.

Dominasi di Nomor Tanding

Empat dari enam medali emas Indonesia berhasil disumbangkan dari nomor tanding, menunjukkan keperkasaan para pesilat di atas matras. Furqon Habil Winata tampil cemerlang dengan merebut emas di kelas B putra.

Dari sektor putri, Butsaina Okta Yusnita dan Sarah Tria Monita juga berhasil meraih medali emas. Pencapaian atlet putri Indonesia ini menjadi sorotan karena mereka mampu mengalahkan atlet tuan rumah Vietnam di hadapan pendukungnya sendiri, sebuah bukti mental juara yang kuat.

Kejutan dari Cabang Seni

Dua medali emas lainnya datang dari nomor seni, menampilkan keindahan dan ketepatan gerakan. Tim regu putra yang beranggotakan Rano Slamet Nugraha, Andika Danureksa, dan Asep Yuldan Sani berhasil naik ke podium tertinggi.

Pasangan ganda putri, Artika Saraswati dan Bevin Nara Zita, juga tampil memukau dan sukses meraih emas di nomor Ganda Putri. Selain itu, atlet Muhammad Faizal Ivanda mencuri perhatian setelah berhasil menundukkan pesilat Vietnam sebelum akhirnya harus puas dengan medali perak usai kalah dari atlet Thailand di babak final.

Regenerasi Atlet Muda dan Apresiasi IPSI

Sekretaris Jenderal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), Abdul Karim Aljufri, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. Ia juga berterima kasih kepada Ketua Umum IPSI, Sugiono, yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Timnas Pencak Silat Indonesia untuk berlaga di ajang tersebut.

Hal yang lebih membanggakan adalah mayoritas atlet yang diturunkan Indonesia merupakan atlet-atlet muda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa proses regenerasi atlet pencak silat Indonesia berjalan dengan baik, menjanjikan masa depan cerah bagi olahraga bela diri asli Tanah Air ini.