Kebahagiaan menyelimuti pasangan selebriti Rizky Billar dan Lesti Kejora yang baru saja dikaruniai anak ketiga. Namun, di balik suka cita tersebut, Billar mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan bahwa kehamilan kali ini sejatinya tidak pernah direncanakan.

Billar menyebut proses terjadinya kehamilan ini bermula dari kendala teknis saat mereka sedang berada di luar negeri untuk urusan pekerjaan. Momen tersebut dianggap sebagai takdir yang tidak terduga karena terjadi tepat sebelum pemasangan alat kontrasepsi yang baru.

“Sebetulnya banyak orang yang menganggap ini direncanakan, tapi sebetulnya anak ke-3 ini nggak direncanakan. Kita sudah KB, sudah pakai IUD juga. Tapi qadarullah akhirnya jadi,” kata Billar saat ditemui di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Ia melanjutkan, “Jadinya itu saat kita mau berangkat ke Liverpool, di mana istri saya harusnya pasang IUD lagi karena ada permasalahan sama KB sebelumnya. Tapi karena waktunya mepet, akhirnya kita berangkat ke Liverpool dan kita rencanakan pasang lagi sepulang dari Liverpool. Ternyata qadarullah ‘jadi’ di Liverpool.”

Meskipun menyambut sang buah hati dengan suka cita, Billar mengaku sangat waspada dengan kondisi kesehatan istrinya pascapersalinan. Dokter bahkan memberikan peringatan keras bahwa kehamilan ini membawa risiko yang cukup tinggi bagi fisik Lesti.

Kekhawatiran ini muncul karena kondisi anatomi tubuh Lesti yang dinilai sudah mencapai batas maksimal untuk mengandung kembali. Billar membeberkan bahwa rahim dan dinding perut istrinya sudah sangat menipis akibat jarak persalinan yang berdekatan.

“Tapi dokter kemarin mengingatkan kembali untuk benar-benar cukup ya, karena riskan buat ibundanya. Karena kan sebetulnya ini ‘kecelakaan’, maksudnya tidak direncanakan. Apalagi ukuran bayinya juga lebih besar nih, yang ke-3 dibanding yang ke-1 dan ke-2,” cerita Billar.

“Karena bobot Bundanya kan kecil badannya, terus perutnya sudah semakin tipis. Jadi kalau dibiarin semakin lama, bayinya semakin tumbuh, bahaya bisa-bisa. Aduh saya nggak bisa bayangin, bisa robek perutnya. Karena memang sudah setipis itu perutnya, dari rahimnya, dari perutnya juga,” tambahnya.

Ketipisan dinding perut tersebut berdampak pada proses operasi sesar yang berlangsung jauh lebih cepat daripada kelahiran anak pertama dan kedua. Tim medis bahkan hanya membutuhkan satu sayatan singkat untuk bisa mengeluarkan bayi yang ukurannya lebih besar tersebut.

Saat ini, Lesti dikabarkan sedang menjalani masa pemulihan intensif agar kondisinya segera stabil kembali. Billar memastikan bahwa mereka akan lebih disiplin menjaga kesehatan demi mencegah risiko kehamilan di masa depan.