Walid Regragui resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Tim Nasional Maroko. Keputusan ini diambil untuk menghadirkan suasana dan energi baru bagi tim berjuluk Singa Atlas tersebut. Federasi Sepak Bola Maroko dengan cepat menunjuk Mohamed Ouahbi, pelatih yang sebelumnya sukses membawa Timnas Maroko U-20 menjuarai Piala Dunia U-20, sebagai pengganti.

Regragui menjelaskan bahwa langkah mundur ini merupakan bagian dari upaya untuk memajukan tim. “Tim butuh wajar baru, energi berbeda, dan perspektif baru dengan pelatih baru. Saya rasa tim butuh sedikit penyegaran sebelum Piala Dunia, visi baru untuk terus berkembang. Keputusan saya mundur adalah demi perkembangan tim,” ujar Regragui seperti dikutip dari ESPN.

Sejak mulai melatih Maroko pada tahun 2022, Regragui sebenarnya mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa tim finis di posisi keempat pada Piala Dunia 2022. Namun, perjalanan Maroko setelah itu tidak selalu mulus. Tim ini beberapa kali gagal meraih gelar juara Piala Afrika, dengan kekalahan paling menyakitkan terjadi saat mereka takluk 0-1 dari Senegal di final Piala Afrika Januari lalu, di mana Maroko berstatus sebagai tuan rumah.

Kekalahan tersebut memicu tekanan besar terhadap Regragui. Banyak suporter merasa jenuh dengan gaya bermain Maroko yang dinilai terlalu defensif, padahal tim tersebut memiliki banyak pemain berkualitas di lini depan. Federasi Sepak Bola Maroko tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari pengganti, langsung mempromosikan Mohamed Ouahbi. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, menjadi salah satu kandidat kuat.

Ouahbi dipilih berkat rekam jejaknya yang cemerlang, terutama setelah sukses membawa Maroko menjuarai Piala Dunia U-20. Ia juga memiliki pengalaman melatih di level usia muda, termasuk di akademi klub Belgia, Anderlecht. Dalam tugas barunya ini, Ouahbi akan didampingi oleh Jose Sacramento sebagai asisten pelatih, yang sebelumnya pernah bekerja bersama Jose Mourinho di klub AS Roma dan Tottenham Hotspur.