Berdiri megah di jantung Kabupaten Cirebon, Masjid Agung Sumber bukan sekadar bangunan ibadah biasa. Sejak didirikan pada tahun 1988 melalui swadaya masyarakat, masjid ini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan keagamaan yang membanggakan warga Sumber dan sekitarnya.
Perjalanan Arsitektur Modern dengan Sentuhan Lokal
Masjid Agung Sumber yang awalnya dibangun oleh masyarakat, kini menampilkan wajah modern setelah melalui serangkaian renovasi. Meskipun demikian, sentuhan lokal tetap dipertahankan, menciptakan harmoni antara tradisi dan kekinian.
Salah satu ciri khas yang menonjol adalah kubah besar di bagian tengah, yang jelas menunjukkan pengaruh arsitektur Timur Tengah, gaya yang lazim ditemukan pada masjid-masjid modern di Indonesia. Ruang salatnya dirancang sangat luas, mampu menampung hingga 3.000 jemaah, menjadikannya pilihan utama untuk salat Jumat dan perayaan hari besar Islam.
Menara Ikonik dan Fasilitas Penunjang
Keberadaan Masjid Agung Sumber semakin mudah dikenali dari kejauhan berkat menara masjidnya yang menjulang tinggi. Menara ini, yang terdiri dari 14 lantai, saat ini memang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Namun, terdapat rencana ambisius untuk mengubahnya menjadi perpustakaan dan galeri seni di masa mendatang.
Di bagian bawah area menara, tersedia ruang khusus yang nyaman bagi jemaah untuk beristirahat atau bersosialisasi setelah menunaikan ibadah. Lokasinya yang strategis di tengah kawasan perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Cirebon juga menjadikan masjid ini sebagai pusat ibadah yang vital bagi para pegawai dan masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Semarak Ramadan dan Tradisi Unik
Memasuki bulan suci Ramadan, suasana di Masjid Agung Sumber selalu menjadi lebih semarak. Jemaah datang silih berganti untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tadarus Al-Qur’an hingga pelaksanaan salat tarawih.
Salat tarawih di masjid ini memiliki keunikan tersendiri, yakni pembacaan satu juz Al-Qur’an setiap malam. Tradisi ini memungkinkan para jemaah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an secara keseluruhan selama bulan Ramadan. Peningkatan jumlah jemaah juga terlihat signifikan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya bagi mereka yang mengikuti kegiatan i’tikaf.
Dari sebuah inisiatif swadaya masyarakat, Masjid Agung Sumber terus berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan yang kokoh. Masjid ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga tempat yang fundamental untuk memperkuat keimanan masyarakat Kabupaten Cirebon.




