Manchester United kembali menghadapi lonjakan beban finansial yang signifikan menyusul keputusan kontroversial mereka untuk memecat pelatih asal Portugal, Ruben Amorim. Langkah ini diperkirakan akan membuat klub berjuluk Setan Merah harus mengeluarkan dana kompensasi mencapai hampir £16 juta, atau setara dengan sekitar Rp362 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Keputusan pemecatan Amorim diumumkan pada 5 Januari 2026, setelah periode pelaporan kuartal kedua klub berakhir pada 31 Desember 2025. Informasi ini secara resmi dibukukan dalam dokumen yang disampaikan Manchester United ke Bursa Saham New York. Dalam pengajuan tersebut, MU juga mencatat adanya penghapusan biaya amortisasi (write-off) sekitar £6,3 juta yang sebelumnya telah dianggarkan untuk perekrutan Amorim dari klub Portugal, Sporting CP.
Bagian terbesar dari biaya yang harus ditanggung United adalah penyisihan provisi sebesar £15,9 juta. Jumlah ini menunjukkan estimasi maksimum yang mungkin harus dibayarkan kepada Amorim dan para staf pelatihnya sebagai kompensasi pemutusan kontrak. Provisi ini menjadi komponen utama dari total kerugian yang tercatat dan berdampak langsung pada laporan keuangan klub. Meskipun dokumen tidak menjelaskan secara rinci situasi yang bisa memicu pembayaran maksimal tersebut, sumber internal klub menyebutkan bahwa hal itu berkaitan dengan pekerjaan atau kompensasi masa depan yang mungkin masih harus dibayarkan.
Latar Belakang dan Rekam Jejak Singkat Amorim
Ruben Amorim direkrut oleh Manchester United pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag yang dipecat sebelumnya. Untuk mendapatkan jasa Amorim dari Sporting CP, United harus membayar kompensasi transfer senilai sekitar £11 juta. Biaya awal ini sudah cukup besar bahkan sebelum pemecatan Amorim terjadi. Selain itu, MU juga harus membayar kompensasi sebesar £10,4 juta kepada Ten Hag saat pemecatan manajer sebelumnya. Akumulasi biaya ini menyebabkan total beban manajerial United dalam dua tahun terakhir meningkat secara signifikan.
Masa kerja Amorim di Old Trafford terbilang sangat singkat, hanya 14 bulan. Periode ini menjadikannya salah satu pelatih tetap dengan masa jabatan terpendek sejak era David Moyes. Selama kepemimpinannya, catatan performa klub juga jauh dari memuaskan. Manchester United hanya berhasil memenangkan 25 dari 63 pertandingan di bawah arahan Amorim. Klub bahkan finis di posisi ke-15 di Premier League musim 2024/2025, yang merupakan pencapaian liga terburuk mereka sejak era 1970-an.
Tidak hanya di liga, performa klub di kompetisi piala juga mengecewakan. MU mengalami kekalahan memalukan di final Liga Europa dan tersingkir secara mengejutkan oleh klub divisi bawah di ajang Carabao Cup. Serangkaian hasil buruk inilah yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu utama keputusan pemecatan.




