Dominasi Nvidia yang telah berlangsung hampir satu dekade di industri chip kecerdasan buatan (AI) mulai menghadapi tantangan serius. Pendatang baru, Cerebras Systems, muncul sebagai kuda hitam yang berpotensi mengakhiri era keemasan raksasa semikonduktor tersebut.

Perusahaan rintisan asal Amerika Serikat ini tidak hanya membawa euforia sesaat, melainkan juga teknologi chip AI yang diklaim lebih cepat dan efisien. Kemunculan Cerebras Systems menjadi sorotan setelah melantai di bursa saham Amerika Serikat pada Kamis pekan lalu, dengan kapitalisasi pasar yang langsung mendekati US$100 miliar, menjadikannya salah satu IPO teknologi terbesar dalam sejarah.

Cerebras Systems: Chip Raksasa Pengguncang Dominasi Nvidia

Perbedaan fundamental antara Cerebras dan Nvidia terletak pada arsitektur dan ukuran fisik chip yang mereka produksi. Jika chip Nvidia berukuran standar, Cerebras memproduksi chip yang konon berukuran sebesar piring makan.

Andrew Feldman, CEO sekaligus pendiri Cerebras, menegaskan keunggulan produknya. “Kami membangun chip terbesar di industri semikonduktor,” kata Feldman. “Chip besar memproses lebih banyak informasi dalam waktu lebih singkat dan memberikan hasil lebih cepat.”

Chip andalan Cerebras, WSE-3, masuk dalam kategori ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) atau chip khusus untuk tugas tertentu. Perusahaan mengklaim WSE-3 memiliki ukuran 57 kali lebih besar dibanding GPU terbesar saat ini dan memiliki transistor 50 kali lebih banyak.

Era ‘Agentic AI’ dan Tantangan Baru bagi GPU

Selama ini, dominasi Nvidia bertumpu pada kemampuan GPU (Graphics Processing Unit) yang mumpuni dalam perhitungan paralel untuk melatih model AI besar. Namun, industri kini memasuki era baru yang disebut “agentic AI”, di mana proses inference atau pengambilan keputusan menjadi semakin penting.

Pergeseran dari fase pelatihan model AI ke fase pengambilan keputusan ini menjadi celah bagi Cerebras untuk tancap gas. Mereka berupaya membuktikan keunggulan arsitektur chip mereka dengan meraup dana segar fantastis dan menjalin kerja sama dengan raksasa teknologi global, menandakan ancaman nyata bagi posisi Nvidia.