Di tengah gempuran modernisasi dan budaya populer, sekelompok nayaga cilik di Kota Cirebon, Jawa Barat, hadir sebagai garda terdepan pelestarian seni gamelan tradisional. Anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah pertama ini menunjukkan kepiawaian mereka dalam menabuh berbagai instrumen gamelan, menjaga warisan budaya leluhur tetap hidup.

Sanggar Seni Klapa Jajar, Kawah Candradimuka Nayaga Cilik

Pembinaan generasi penerus ini secara aktif dilakukan oleh Sanggar Seni Klapa Jajar, yang berlokasi di sekitar kompleks Keraton Kanoman. Sanggar tersebut menjadi rumah bagi puluhan anak-anak yang bersemangat mempelajari seluk-beluk musik tradisional Cirebon.

Salah satu penampilan nayaga cilik ini terlihat memukau di area Kraton Kacirebonan. Dengan lincah, mereka menabuh kenong, bonang, saron, kendang, hingga gong, menciptakan harmoni yang indah mengiringi kesenian tari. Kemahiran mereka dalam menguasai alat musik tradisional ini patut diacungi jempol.

Para nayaga cilik ini mengaku telah berlatih dan mendapatkan pembinaan intensif dari sanggar sejak usia dini. Meskipun pada awalnya mereka menghadapi kesulitan, latihan yang rutin dan konsisten membuat irama musik tradisional gamelan kini menyatu harmonis dalam setiap tabuhan mereka.

Kehadiran nayaga cilik ini membawa harapan besar bagi kelangsungan seni gamelan Cirebon. Mereka diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang profesional, mampu menjaga, merawat, memelihara, dan melestarikan seni budaya Cirebon di masa mendatang.