Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat eceran nasional menunjukkan tren penurunan signifikan pada Selasa, 30 Juni 2026. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat, kelompok cabai dan beras mengalami koreksi harga paling drastis, memberikan angin segar di tengah ancaman inflasi.

Penurunan Harga Cabai dan Bumbu Dapur

Komoditas cabai menjadi penyumbang terbesar penurunan harga. Cabai rawit merah, yang pekan lalu masih bertengger di angka Rp91.650 per kilogram, kini anjlok 20,6 persen menjadi Rp57.050 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang merosot 21,58 persen ke level Rp43.050 per kilogram, serta cabai merah keriting yang turun 10,2 persen menjadi Rp48.850 per kilogram.

Penurunan paling tajam tercatat pada cabai rawit hijau, yang harganya merosot 36,14 persen menjadi Rp33.750 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah relatif stabil di Rp52.000 per kilogram, namun bawang putih mengalami kenaikan 7,33 persen menjadi Rp46.850 per kilogram.

Harga Beras dan Protein Hewani Turun

Kabar baik juga datang dari kelompok beras. Hampir seluruh kategori beras mengalami penurunan harga. Beras kualitas bawah I turun 2,39 persen menjadi Rp14.300 per kilogram, dan beras kualitas medium II merosot 9,32 persen menjadi Rp14.600 per kilogram. Untuk beras kualitas super I, harganya kini Rp17.250 per kilogram.

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun 3,1 persen menjadi Rp35.950 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga mengalami penurunan 7,49 persen menjadi Rp138.300 per kilogram. Harga telur ayam ras tercatat turun 2,51 persen menjadi Rp29.100 per kilogram.

Pergerakan Harga Gula dan Minyak Goreng

Berbeda dengan komoditas lain, harga gula pasir kualitas premium justru naik 3,7 persen menjadi Rp21.000 per kilogram. Namun, gula pasir lokal turun 2,36 persen menjadi Rp18.650 per kilogram. Minyak goreng curah terpantau stabil di Rp20.600 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I mengalami kenaikan harga menjadi Rp25.550 per liter.

Penurunan harga pangan, khususnya cabai dan beras, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi.