CIREBON – Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Cirebon Raya berada dalam kondisi sangat aman. Data terbaru menunjukkan, stok beras program Public Service Obligation (PSO) yang dikelola Bulog kini mencapai 136.000 ton, jumlah yang diprediksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 11 bulan ke depan.
Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran publik terkait fluktuasi harga pangan. Pimpinan Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menegaskan bahwa pasokan beras akan terus bertambah seiring dengan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal yang berjalan aktif.
“Dengan stok sebesar itu, insya Allah kebutuhan masyarakat Cirebon aman hingga hampir satu tahun ke depan,” ujar Imam Mahdi pada Selasa, 24 Maret 2026.
Stok Komoditas Lain Terjaga
Selain beras, Bulog juga menyiagakan sejumlah komoditas pokok lainnya untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Stok beras komersial, gula pasir, tepung terigu, dan minyak goreng tersedia dalam jumlah besar. Khusus untuk minyak goreng, pasokan akan terus bertambah karena sedang dalam proses pengiriman dari berbagai daerah produsen seperti Riau, Medan, dan Banten.
Langkah antisipatif ini diambil untuk mencegah gejolak harga, terutama menjelang dan setelah momen Lebaran yang biasanya memicu lonjakan permintaan dan harga kebutuhan pokok.
Distribusi dan Bantuan Pangan Berjalan
Dalam upaya menstabilkan harga dan memastikan keterjangkauan bagi masyarakat, Bulog telah menyalurkan 7.500 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak Januari hingga Maret 2026. Program ini menjadi salah satu instrumen utama Bulog untuk menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Cirebon juga turut berperan aktif dengan meluncurkan program bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Distribusi bantuan ini dijadwalkan pada 25–26 Maret 2026, meskipun sebagian penyaluran kemungkinan akan berlanjut setelah periode Lebaran, dengan skema yang telah disesuaikan dengan pola mudik masyarakat.
Dengan stok yang melimpah, distribusi yang terencana, dan tambahan pasokan yang terus berdatangan, kondisi pangan di Cirebon dipastikan “aman terkendali”. Bulog berkomitmen untuk terus menjaga pasokan dan stabilitas harga, guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi tanpa gejolak berarti.




