Sebuah video yang menampilkan seorang pegawai berjoget di ruang operasi RSUD Datu Beru Takengon saat tindakan medis berlangsung viral di media sosial. Direktur RSUD Datu Beru Takengon, Gusnarwin, menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran serius terhadap profesionalisme tenaga kesehatan.
Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat seorang staf melakukan gerakan joget di dalam ruang bedah. Sementara itu, sejumlah tenaga kesehatan lain tampak tetap fokus menjalankan tugasnya menangani pasien. Video ini sontak memicu beragam reaksi dari warganet, yang menilai aksi tersebut tidak pantas dilakukan di area yang menuntut ketelitian dan standar etika tinggi.
Sosok dalam video tersebut kemudian teridentifikasi sebagai RA, seorang staf yang bertugas di ruang bedah rumah sakit. Gusnarwin secara tegas menyatakan, “Perilaku tersebut tidak mencerminkan profesionalisme tenaga pelayanan kesehatan dan dapat merusak citra rumah sakit.”
Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa ruang operasi adalah area dengan standar disiplin yang sangat ketat. Hal ini dikarenakan setiap aktivitas di dalamnya berkaitan langsung dengan keselamatan pasien. Oleh karena itu, setiap individu yang berada di ruang tersebut diwajibkan untuk menjaga etika, fokus, dan tanggung jawab profesionalisme.
Insiden ini menjadi pengingat akan dampak luas perkembangan media sosial, di mana setiap tindakan dapat dengan cepat tersebar dan memicu penilaian publik. RSUD Datu Beru berharap kejadian serupa tidak terulang demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.




