Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik menetapkan status siaga merah untuk tinggi muka air (TMA) Kali Lamong. Penetapan ini menyusul curah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi banjir luapan.
Kepala BPBD Gresik, Sukardi, menjelaskan bahwa hingga Selasa (24/2/2026), kondisi siaga merah terpantau di kawasan hulu maupun hilir Kali Lamong. Di wilayah hulu, tepatnya Desa Bengkelolor, Kecamatan Benjeng, TMA mencapai 5,53 meter. Sementara itu, di wilayah hilir Desa Boboh, Kecamatan Menganti, TMA tercatat 4,94 meter.
Meskipun intensitas hujan di Kota Pudak terbilang ringan, Sukardi menyebutkan bahwa hujan yang turun dalam waktu cukup lama, terutama pada sore hingga malam hari, melanda wilayah hulu dan hilir Kali Lamong. “Melanda wilayah hulu dan hilir Kali Lamong. Kondisi serupa terjadi di wilayah Lamongan dan Mojokerto,” ujarnya.
Sukardi menambahkan, “Ada tren kenaikan air, terlebih pantauan cuaca masih akan berpotensi turun hujan.” Kondisi ini dikhawatirkan memicu banjir luapan Kali Lamong, mengingat sungai tersebut tidak lagi mampu menampung debit air hingga berpotensi meluber ke pemukiman warga.
Pihak BPBD Gresik terus memberikan imbauan kepada pemangku kebijakan, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan terjadi banjir. Beberapa kecamatan yang diidentifikasi rawan terdampak antara lain Benjeng, Balongpanggang, Cerme, dan Menganti.




