Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di Indonesia pada tahun 2026 akan dimulai secara bertahap, membentang dari April hingga Juni. Analisis klimatologi BMKG menunjukkan bahwa hampir separuh wilayah Indonesia, tepatnya 46,5 persen atau 325 Zona Musim (ZOM), diperkirakan akan memasuki periode kering lebih awal dari kondisi normal.
Perkiraan ini dirilis melalui laman resmi bmkg.go.id, menegaskan bahwa awal musim kemarau tidak akan terjadi serentak di seluruh wilayah. Setiap daerah memiliki karakteristik iklim yang unik, sehingga waktu permulaan kemarau akan bervariasi.
Selain wilayah yang lebih cepat, sekitar 24,7 persen atau 173 ZOM diperkirakan akan mengalami awal musim kemarau sesuai dengan kondisi normal. Sementara itu, 10,3 persen wilayah atau 72 ZOM lainnya diproyeksikan akan memasuki musim kemarau lebih lambat dari waktu yang biasa.
Wilayah yang Memasuki Musim Kemarau pada April 2026
Pada April 2026, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi akan mulai merasakan awal musim kemarau. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Jawa Barat bagian utara
- Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
- Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta
- Sebagian kecil wilayah Sulawesi Selatan
- Sebagian wilayah Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
Wilayah yang Diprediksi Mengalami Musim Kemarau pada Mei 2026
Memasuki bulan Mei 2026, jumlah daerah yang akan memasuki musim kemarau diperkirakan akan semakin bertambah. Beberapa di antaranya adalah:
- Aceh bagian utara
- Sebagian wilayah Sumatera Utara
- Riau bagian tenggara
- Sebagian wilayah Jambi
- Sumatera Selatan bagian tengah
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Kalimantan Tengah bagian tenggara
- Kalimantan Selatan bagian barat
- Bali bagian tengah
- Papua Pegunungan
- Papua bagian timur
- Sebagian wilayah Papua Selatan
Wilayah yang Diperkirakan Mengalami Musim Kemarau pada Juni 2026
BMKG memperkirakan bulan Juni 2026 akan menjadi periode puncak dimulainya musim kemarau bagi sebagian besar wilayah Indonesia. Sekitar 23,3 persen dari total wilayah Indonesia diproyeksikan akan memasuki kondisi kering pada bulan ini.




