Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pihaknya tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T. Langkah ini diambil untuk mencari jalan keluar atas persoalan pembayaran yang belum memiliki kepastian.
Sudaryono menegaskan, BGN memandang seluruh mitra sebagai rekan kerja dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, bukan sebagai pihak yang berseberangan. “Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan,” ujarnya.
BGN Pahami Keresahan Mitra
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @sudaru_sudaryono, pada Jumat (24/7), Sudaryono menyampaikan bahwa dirinya memahami keresahan para mitra yang telah lama menunggu kepastian terkait pembayaran. Sebagai pimpinan BGN, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk mendengarkan seluruh masukan sekaligus mencari solusi terbaik atas persoalan yang dihadapi.
Ia juga menekankan bahwa hubungan antara BGN dan APGI 3T merupakan hubungan kemitraan. Oleh karena itu, setiap keluhan yang diterima menjadi masukan penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Skema Penyelesaian Tanpa Merugikan Pihak Manapun
Sudaryono mengatakan, saat ini BGN sedang merumuskan skema penyelesaian agar persoalan yang dihadapi mitra dapat diselesaikan tanpa merugikan salah satu pihak. Ia meminta para mitra memberikan waktu agar proses penyusunan skema tersebut dapat segera diselesaikan.
Menurutnya, meskipun nantinya para mitra belum tentu memperoleh keuntungan sesuai harapan, BGN berupaya memastikan mereka tidak mengalami kerugian. “Kami berupaya memastikan mereka tidak mengalami kerugian,” tegas Sudaryono.
Pertemuan Langsung dengan Perwakilan Mitra
Unggahan Sudaryono juga memperlihatkan pertemuannya dengan sejumlah perwakilan APGI 3T yang datang ke Kantor BGN untuk menyampaikan aspirasi mengenai pembayaran kerja sama yang belum memiliki kepastian. Dalam video tersebut, petugas keamanan sempat meminta massa keluar dari area kantor sebelum akhirnya Sudaryono menemui mereka secara langsung untuk berdialog.
Perwakilan APGI 3T menjelaskan bahwa anggotanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia.




