Informasi mengenai pinjaman pensiun dari Bank Mandiri Taspen (Mantap) dengan plafon hingga Rp350 juta belakangan ramai diperbincangkan, terutama di platform YouTube. Video-video yang beredar mengklaim proses pengajuan yang mudah, syarat sederhana, serta plafon besar khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, hingga para pensiunan.

Menanggapi hal tersebut, Bank Mandiri Taspen memberikan klarifikasi terkait fakta dan syarat sebenarnya dari produk kredit yang menyasar segmen calon pensiunan dan pensiunan ini.

Dalam narasi yang viral, disebutkan adanya dua jenis pinjaman: untuk pegawai yang akan memasuki masa pensiun dan bagi pensiunan yang sudah menerima manfaat pensiun. Jangka waktu cicilan atau tenor bahkan disebut bisa mencapai 15 tahun atau maksimal usia 75 tahun saat kredit lunas. Daya tarik ini wajar memicu minat banyak ASN dan pensiunan.

Mengenal Bank Mandiri Taspen

Bank Mandiri Taspen, atau yang akrab disebut Bank Mantap, merupakan anak usaha dari Bank Mandiri. Bank ini memang secara spesifik berfokus pada pelayanan segmen pensiunan dan calon pensiunan di Indonesia. Produk kreditnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial segmen ini, umumnya dengan sistem cicilan yang langsung dipotong dari manfaat pensiun setiap bulan.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa setiap pengajuan pinjaman tetap melalui proses analisis dan verifikasi ketat oleh pihak bank. Artinya, persetujuan tidak otomatis diberikan hanya berdasarkan status sebagai PNS atau pensiunan.

Syarat Pengajuan Kredit Pensiun

Video yang beredar menyebutkan syarat pengajuan yang cukup simpel, yakni fotokopi KTP suami-istri, Kartu Keluarga, buku nikah, serta SK CPNS atau SK pensiun. Dokumen-dokumen tersebut memang merupakan syarat dasar yang umum diminta oleh perbankan.

Kendati demikian, bank biasanya akan melakukan pengecekan tambahan yang lebih mendalam. Salah satunya adalah melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melihat riwayat kredit calon peminjam. Catatan kredit macet atau buruk tentu dapat memengaruhi keputusan persetujuan pinjaman.

Plafon Pinjaman Hingga Rp350 Juta, Benarkah?

Plafon pinjaman hingga Rp350 juta memang dimungkinkan untuk beberapa nasabah. Namun, besar kecilnya plafon yang disetujui sangat bergantung pada beberapa faktor kunci:

  • Besaran gaji atau manfaat pensiun yang diterima calon peminjam.
  • Usia saat mengajukan pinjaman.
  • Lama tenor atau jangka waktu cicilan yang dipilih.
  • Riwayat kredit calon peminjam.

Jika penghasilan cukup besar dan usia masih memungkinkan untuk mengambil tenor panjang, peluang mendapatkan plafon lebih tinggi tentu akan lebih besar. Sebaliknya, jika manfaat pensiun relatif kecil atau usia sudah mendekati batas maksimal, plafon pinjaman akan disesuaikan.

Pentingnya Menghitung Kemampuan Bayar

Sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, calon peminjam sangat dianjurkan untuk menghitung secara cermat kemampuan bayar cicilan. Idealnya, besaran cicilan tidak terlalu membebani agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi dan kondisi finansial tetap stabil.

Perlu diingat pula, batas usia maksimal saat kredit lunas umumnya adalah 75 tahun. Oleh karena itu, jika usia saat mengajukan pinjaman sudah mendekati batas tersebut, secara otomatis tenor yang bisa diambil akan lebih pendek, yang juga akan memengaruhi besaran cicilan bulanan.