Langkah Arema FC di ajang Piala Presiden 2026 harus terhenti di babak semifinal setelah takluk 0-1 dari Persebaya Surabaya. Kekalahan ini sekaligus menyoroti krisis lini depan Singo Edan, terutama dengan absennya penyerang andalan Gustavo Henrique.
Dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (4/8/2026), Arema FC harus mengakui keunggulan rivalnya. Gawang Arema dibobol oleh bek Persebaya, Yuran Fernandes, menjelang turun minum.
Sepanjang pertandingan, Arema FC tampak kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan gagal membalas gol tersebut hingga peluit akhir dibunyikan. Absennya Gustavo Henrique akibat cedera otot paha diduga kuat menjadi faktor utama di balik mandeknya produktivitas serangan Arema.
Striker asal Brasil tersebut selama ini merupakan tumpuan utama Arema dalam urusan mencetak gol. Kehilangan sosoknya di lapangan langsung terasa, membuat daya gedor tim menurun drastis.
Harapan untuk mengisi kekosongan lini serang kemudian tertuju pada Joel Vinicius. Namun, penyerang yang dipertahankan sejak musim lalu itu belum mampu menjawab kepercayaan yang diberikan.
Penampilan Vinicius dinilai kurang menggigit, minim ancaman ke gawang lawan, dan kerap kalah cepat saat berhadapan dengan barisan pertahanan Persebaya yang solid.
Kegagalan Arema FC melaju ke final Piala Presiden 2026 ini mempertegas bahwa absennya Gustavo Henrique memang membuat lini depan tim menjadi tumpul dan kurang efektif.




