Angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Suranenggala dan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, menyebabkan ratusan rumah warga di dua desa mengalami kerusakan parah pada Jumat, 13 Maret 2026.

Dua desa yang paling terdampak adalah Desa Muara di Kecamatan Suranenggala dan Desa Mertasinga. Data sementara menunjukkan, lebih dari seratus rumah warga di Desa Muara mengalami kerusakan signifikan akibat terpaan angin kencang tersebut.

Kuwu Desa Muara, Latipa, menjelaskan bahwa sebagian besar kerusakan terfokus pada bagian atap rumah. “Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah dan genting yang terlepas akibat terpaan angin,” ujar Latipa.

Selain merusak struktur bangunan, angin kencang juga menyebabkan puing-puing dan air hujan masuk ke dalam rumah warga, menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit bagi para korban.

Menanggapi bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon segera menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan. Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Sadikin, memastikan bahwa peristiwa angin kencang yang dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Peristiwa angin kencang yang termasuk bencana hidrometeorologi tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Ikin Sadikin. Ia menambahkan, petugas saat ini masih melakukan penilaian kerusakan serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

BPBD Kabupaten Cirebon juga telah menyalurkan berbagai bantuan esensial seperti terpal, family kit, dan kebutuhan darurat lainnya untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar dapat bertahan sementara waktu.