Transfer pemain dengan harga tinggi selalu membawa harapan besar di Premier League. Ekspektasi serupa menyertai Viktor Gyokeres saat ia resmi bergabung dengan Arsenal pada musim panas tahun 2025.
Penyerang asal Swedia tersebut didatangkan dengan mahar fantastis 63,5 juta poundsterling, atau setara sekitar Rp1,43 triliun. Ia diharapkan menjadi elemen krusial dalam proyek jangka panjang yang tengah dibangun oleh manajer Mikel Arteta.
Nama Gyokeres mencuat setelah penampilan impresifnya bersama Sporting, di mana ia berhasil mencetak 39 gol di liga Portugal. Selama dua musim terakhir di klub tersebut, total 68 gol berhasil ia lesakkan di semua kompetisi liga.
Namun, tantangan yang dihadapi di Arsenal jauh berbeda dari klub sebelumnya. The Gunners dikenal sebagai tim yang mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak selalu berhasil menciptakan banyak peluang matang di depan gawang lawan.
Awal perjalanan Gyokeres di Premier League tidak berjalan mulus. Ia sempat gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran dalam 60 persen penampilannya sebelum derby London Utara. Gol-gol pertamanya baru tercipta saat melawan Leeds United, Nottingham Forest, Burnley, Everton, dan Sunderland.
Performa tersebut memicu kritik, terutama karena ia dianggap belum menunjukkan kontribusi signifikan dalam pertandingan-pertandingan besar. Tekanan semakin meningkat mengingat statusnya sebagai pemain termahal, memunculkan keraguan akan kesesuaian dirinya dengan sistem permainan Arteta.
Meski demikian, proses penyesuaian memang memerlukan waktu. Gyokeres harus beradaptasi dengan intensitas permainan yang lebih tinggi serta cara Arsenal dalam mengalirkan bola.
Perlahan tapi pasti, Gyokeres mulai menemukan ritmenya. Dua gol tambahan pada bulan Februari membawa total golnya di Premier League menjadi 10. Catatan ini berhasil melampaui torehan Kai Havertz di musim sebelumnya, meskipun Gyokeres bermain dalam waktu yang lebih singkat, sekitar 1.700 menit.
Walaupun rata-rata jumlah tembakan per 90 menitnya menurun menjadi 2,13, Gyokeres tetap menunjukkan efektivitas yang tinggi. Total expected goals (xG) sebesar 8,32 di musim ini bahkan menunjukkan bahwa ia melebihi ekspektasi performanya.
Dibandingkan dengan pemain mahal lainnya di liga, hanya Joao Pedro yang memiliki jumlah gol lebih tinggi darinya. Namun, Pedro sudah memiliki pengalaman sebelumnya di Premier League, memberikan keuntungan adaptasi yang tidak dimiliki Gyokeres.
Saat ini, Arsenal memimpin klasemen dengan selisih lima poin. Meskipun Gyokeres belum mencapai level Erling Haaland, kontribusinya terbukti sangat penting dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini.




