Tim Nasional Maroko menghadapi potensi krisis serius di tengah perjuangan mereka di Piala Dunia 2026. Kapten sekaligus bek andalan, Achraf Hakimi, terancam tidak dapat memperkuat tim jika Singa Atlas lolos ke babak 32 besar dan harus bermain di Meksiko.

Saat ini, Maroko menduduki peringkat kedua klasemen sementara Grup C dengan empat poin dari dua pertandingan, hanya kalah selisih gol dari Brasil. Peluang mereka untuk melaju ke fase gugur sangat besar.

Pada laga pamungkas grup, Maroko dijadwalkan menghadapi Haiti di Atlanta Stadium pada Kamis (25/6) pagi WIB. Di atas kertas, Maroko diunggulkan untuk meraih poin penuh. Jika Brasil juga berhasil mengalahkan Skotlandia, maka Maroko akan mengamankan posisi runner-up grup.

Aturan Hukum Ketat Meksiko Jadi Penghalang

Skenario lolos sebagai runner-up Grup C justru menjadi awal permasalahan bagi Maroko. Jika menempati posisi kedua, Maroko akan melakoni laga babak 32 besar di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, pada 29 Juni mendatang.

Di sinilah persoalan Achraf Hakimi muncul. Berdasarkan laporan dari Tribuna, bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) itu terancam dicekal dan dilarang memasuki wilayah Meksiko akibat kasus hukum yang sedang menjeratnya.

Hakimi saat ini masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi pada tahun 2023. Proses hukum kasus tersebut masih berjalan, dan ia diwajibkan menghadiri persidangan yang jadwalnya belum ditentukan.

Pemain berusia 27 tahun itu sebelumnya sempat mengajukan banding untuk membatalkan kewajiban hadir di sidang, namun permohonannya ditolak oleh pengadilan.

Pemerintah Meksiko diketahui memiliki regulasi keimigrasian yang sangat ketat. Negara di Amerika Utara ini menerapkan aturan tegas yang melarang masuknya warga asing yang sedang tersangkut atau aktif dalam proses kasus hukum.

Upaya Diplomasi Federasi Sepak Bola Maroko

Kehilangan Hakimi akan menjadi pukulan telak bagi lini pertahanan Maroko. Mantan pemain Inter Milan dan Real Madrid tersebut dikenal bukan hanya sebagai bek tangguh, melainkan juga motor serangan dan pemimpin di lapangan.

Meskipun situasinya rumit, peluang Hakimi untuk tetap tampil belum sepenuhnya tertutup. Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) dikabarkan sedang berupaya keras melalui jalur diplomasi di balik layar untuk mencari solusi.