Brigadir Jenderal TNI Wahyo Yuniartoto kini menjabat sebagai Direktur C Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini memiliki rekam jejak karier militer yang gemilang, dimulai dari satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Riwayat Pendidikan dan Latar Belakang Awal
Wahyo Yuniartoto lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Juni 1979. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 1 Bokol, Kemangkon, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kemangkon dan SMA Negeri 1 Bukateja. Setelah itu, ia diterima di Akademi Militer dan lulus pada tahun 2001 dari kecabangan Infanteri Kopassus.
Sepanjang kariernya, Wahyo mengikuti berbagai pendidikan kecabangan dan kursus khusus. Di antaranya adalah Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (2001), Pendidikan Komando (2003), Kursus Perwira Sandhi Yudha (2004), dan Kursus Pandu (2005). Ia juga pernah mengikuti Kursus Bahasa Mandarin (2006) serta Kursus Terjun Bebas Militer (2007).
Untuk pendidikan tinggi, Brigjen Wahyo Yuniartoto meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka program studi Fakultas Ekonomi pada tahun 2013. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Pertahanan program studi Strategi Pertahanan Darat dan lulus pada tahun 2016. Ia juga tercatat sebagai lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2016 serta Sespimti Polri Dikreg 34.
Kiprah Gemilang di Kopassus dan Penugasan Strategis
Jejak karier Wahyo di Kopassus sangat panjang dan beragam. Pada tahun 2017, saat masih berpangkat Mayor, ia menjabat sebagai Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus. Setahun kemudian, tepatnya 23 November 2018, ia diangkat menjadi Komandan Kodim 0703/Cilacap, posisi yang diembannya hingga tahun 2020.
Pada tahun 2021, Wahyo menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, sebelum kemudian naik menjadi Asisten Operasi Kopassus pada tahun 2023. Puncaknya, ia dipercaya sebagai Komandan Grup 2 Kopassus. Setelah itu, ia ditunjuk sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, menggantikan Mayor Teddy Indra Wijaya yang diangkat menjadi Sekretaris Kabinet.
Selama berkarier di Kopassus, Brigjen Wahyo Yuniartoto juga terlibat dalam berbagai penugasan operasional penting. Ia pernah menjadi bagian dari Satuan Tugas Papua pada tahun 2004 dan Satuan Tugas Aceh pada tahun 2005. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai latihan bersama dengan negara lain, memperkaya pengalaman militernya.




