Arus balik pemudik dari Bawean menuju Gresik menunjukkan peningkatan signifikan sejak hari keempat Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026). Total 1.628 penumpang tercatat telah kembali ke perantauan menggunakan layanan kapal penyeberangan hingga Rabu (25/3/2026).

Lonjakan penumpang ini terjadi seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya warga Bawean ke kota-kota perantauan. Layanan transportasi laut di Bawean didukung oleh tiga armada kapal, yakni KMP Gili Iyang serta kapal cepat Express Bahari F6 dan Express Bahari F3, yang beroperasi sesuai jadwal.

Pada Selasa (24/3/2026) pagi, dua kapal cepat Express Bahari memberangkatkan 638 penumpang. Malam harinya di tanggal yang sama, KMP Gili Iyang mengangkut 392 penumpang, termasuk bayi dan anak-anak, serta pengendara sepeda motor.

Peningkatan berlanjut pada Rabu (25/3/2026), di mana dua kapal cepat mengangkut 598 penumpang. Dari jumlah tersebut, 208 penumpang merupakan peserta program mudik arus balik gratis dengan kapal Express Bahari F6, sementara 390 penumpang lainnya menggunakan layanan reguler Express Bahari.

Masyarakat pemudik memanfaatkan beragam pilihan transportasi laut, mulai dari kapal cepat Express Bahari hingga KMP Gili Iyang. Kapal jenis Roro seperti KMP Gili Iyang menjadi pilihan favorit karena menawarkan harga tiket yang jauh lebih terjangkau.

Salah satu pemudik, Asyraf, seorang mahasiswa di Malang, memanfaatkan program tiket mudik dan arus balik gratis. Ia mengaku sudah berangkat ke pelabuhan sejak selepas salat subuh. “Ini sudah waktunya kembali, karena beberapa hari sudah melaksanakan ujian,” kata Asyraf pada Rabu (25/3/2026).

Kepala Cabang Express Bahari Bawean, Herman, mengonfirmasi adanya peningkatan jumlah penumpang dibandingkan hari biasa. “Iya, ada lonjakan penumpang karena arus balik dan juga adanya program mudik gratis,” ujarnya.