Ribuan wisatawan domestik membanjiri Sabang, Aceh, melalui Pelabuhan Ulee Lheue pasca-Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan signifikan ini mendorong pihak pelabuhan untuk menambah jadwal pelayaran kapal ferry dan kapal cepat guna mengantisipasi kepadatan penumpang.
Lonjakan Penumpang Dominasi Wisatawan Sumatra
Hingga H+2 Idulfitri, tercatat sebanyak 6.329 wisatawan domestik telah bertolak ke Sabang. Kepala UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue, Husaini, mengungkapkan bahwa mayoritas penumpang didominasi wisatawan dari berbagai provinsi di Sumatra.
“Benar, hampir 80 persen wisatawan dari Sumatra, seperti Pekanbaru, Padang, bahkan ada mobil dengan nomor polisi B (Jakarta),” kata Husaini, Rabu (25/3/2026), dilansir Antara.
Husaini merinci, jumlah penumpang mengalami peningkatan drastis dalam tiga hari terakhir. Pada Sabtu, 21 Maret 2026, hanya 592 orang yang berangkat. Angka ini melonjak menjadi 2.690 penumpang pada Minggu, 22 Maret 2026, dan kembali mencapai puncaknya dengan 3.047 orang pada Senin, 23 Maret 2026.
Para wisatawan menggunakan kapal lambat (ferry) maupun kapal cepat (Express Bahari) untuk menyeberang dari Pelabuhan Ulee Lheue. Selain penumpang, total kendaraan yang menyeberang dalam periode yang sama mencapai 2.541 unit, terdiri dari 540 unit kendaraan roda empat dan 2.001 unit kendaraan roda dua.
Penambahan Trip Kapal Antisipasi Kepadatan
Mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan masih akan berlangsung, UPTD Sub Pelabuhan Ulee Lheue bersama PT ASDP Indonesia Ferry Banda Aceh telah menyiapkan penambahan trip pelayaran.
Penambahan jadwal ini berlaku hingga Kamis, 25 Maret 2026. Untuk kapal ferry jenis Aceh Hebat 2 dan KMP BRR, jumlah perjalanan ditingkatkan dari tiga menjadi lima trip. Sementara itu, kapal cepat Express Bahari ditambah menjadi empat trip dari biasanya dua trip.
Husaini menjelaskan, “Penambahan trip ini kita lakukan karena terjadinya peningkatan penumpang, dengan harapan semua wisatawan dapat terlayani dengan baik.”
Pihak pelabuhan juga mengimbau calon penumpang untuk selalu membeli tiket resmi agar terdata dalam manifes. Jika menghadapi kendala, masyarakat dapat mendatangi posko terpadu angkutan Lebaran atau menghubungi petugas di pelabuhan.
Selain itu, keselamatan selama pelayaran menjadi prioritas. Penumpang diingatkan untuk tidak berdiri di area berisiko, dengan awak kapal yang akan melakukan pengawasan ketat untuk memastikan keamanan seluruh penumpang.




