Pemain muda berbakat Indonesia, Miliano Jonathans, kembali didera cedera serius berupa robekan ligamen lutut anterior (ACL) saat membela klubnya, Excelsior Rotterdam, di Liga Belanda. Cedera ini merupakan yang kedua kalinya dalam dua tahun terakhir, mengancamnya absen panjang dan berpotensi memengaruhi persiapan Timnas Indonesia untuk agenda internasional 2026.
Kabar buruk ini sontak menjadi perhatian publik sepak bola nasional. Miliano Jonathans dikenal sebagai salah satu talenta muda yang sedang bersinar, dengan penampilan impresif di level klub maupun tim nasional yang membuatnya digadang-gadang sebagai pilar masa depan.
Cedera Terjadi Saat Membela Klub di Liga Belanda
Insiden cedera tersebut terjadi pada awal Maret 2026, saat Miliano memperkuat Excelsior Rotterdam dalam laga Eredivisie melawan SC Heerenveen. Ia mengalami benturan keras setelah berduel dengan pemain lawan pada menit-menit akhir pertandingan.
Setelah benturan, Miliano langsung terlihat kesakitan dan harus mendapatkan perawatan medis di lapangan. Ia kemudian ditarik keluar dan tidak dapat melanjutkan pertandingan hingga usai.
Pemeriksaan medis lanjutan mengonfirmasi bahwa pemain tersebut mengalami robekan ligamen lutut anterior (ACL). Cedera ACL merupakan salah satu cedera paling serius dalam sepak bola karena melibatkan ligamen krusial yang berfungsi menjaga stabilitas lutut.
Cedera ACL Kedua dalam Dua Tahun
Yang lebih mengkhawatirkan, ini bukan kali pertama Miliano Jonathans mengalami cedera serupa. Sebelumnya, ia juga pernah menderita robekan ACL saat masih bermain di klub Belanda lainnya. Cedera terbaru ini menandai robekan ACL kedua dalam kurun waktu dua tahun, sebuah situasi yang sangat berat bagi pesepak bola profesional di puncak perkembangan kariernya.
Cedera ACL umumnya memerlukan tindakan operasi dan proses rehabilitasi yang panjang. Dalam banyak kasus, seorang pemain sepak bola membutuhkan waktu pemulihan sekitar sembilan bulan atau bahkan lebih sebelum dapat kembali berkompetisi di level profesional.



