Warga di Kalilunyu, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang telah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan dari Pemerintah Kota Cirebon. Kerusakan ini diperparah oleh guyuran hujan yang mengubah jalan menjadi kubangan air, sementara saat kering, jalan dipenuhi debu tebal yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Jalan berlubang yang menjadi sumber keluhan ini berlokasi di RW 4 Surapandan, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini telah mengganggu mobilitas masyarakat setempat selama bertahun-tahun.

Saat musim kemarau, jalanan dipenuhi debu yang tidak hanya mengganggu pernapasan tetapi juga mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Sebaliknya, ketika hujan turun, lubang-lubang tersebut tergenang air, menyerupai kubangan yang sangat membahayakan pengendara.

Masyarakat setempat mengaku jengkel dengan lambatnya respons Pemerintah Kota Cirebon. Mereka sempat dijanjikan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada tahun 2026. Namun, hingga Kamis, 05 Maret 2026, belum ada kejelasan mengenai realisasi janji perbaikan tersebut.

Parahnya kondisi jalan ini bukan hanya sekadar ketidaknyamanan, melainkan telah memakan korban. Beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh saat melintasi jalan yang rusak parah tersebut, menambah daftar panjang dampak negatif dari infrastruktur yang terbengkalai.